POJOKSATU.id, JAKARTA— Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) menyerukan persatuan dan kerukunan untuk bangsa Indonesia dalam Milad yang ke-78.

GPII hadir memperjuangkan keutuhan bangsa Indonesia. Indonesia harus lebih maju ke depan.

GPII dalam Milad yang ke-78 melaksanakan refleksi dengan tema "Melaju bersama membangun Indonesia : Pemuda Indonesia sebagai tonggak perubahan Bangsa", yang dilaksanakan di hotel Aryaduta, Jakarta, Senin,(9/10/23).

Ketua Umum PP GPII Masri Ikoni menyampaikan bahwa menjaga Indonesia tidak semudah dan seperti menjaga negara-negara tetangga.

Baca Juga: Pj Gubernur Jabar Luruskan Gedung Indonesia Menggugat yang Tak Bisa Dipakai Anies Baswedan

"Kapasitas presiden harus kuat", tuturnya dalam awal pembukaan.

Masri yakin dari presiden Sukarno hingga Jokowi merupakan pemimpin-pemimpin yang hebat dan kuat.

Selain itu, Indonesia sebagai negara yang beragam, berbentuk nation state, setidaknya sudah melalui 4 fase yang mana saat ini Indonesia ada di pase post reformasi.

Di usianya yang cukup tua, GPII ada didalamnya mengawal Indonesia sejak fase awal itu hingga kini.

Baca Juga: PP Muhammadiyah Desak PBB Ambil Langkah Konkret Hentikan Perang Israel-Hamas Palestina

Masri menyampaikan saat ini gerakan Pemuda Islam Indonesia harus tetap berfokus pada persatuan.

"Point perjuangan GPII adalah bagaimana GPII hadir memperjuangkan keutuhan bangsa Indonesia. Indonesia harus lebih maju kedepan, seiring masifnya kemajuan teknologi yang dirasakan bangsa Indonesia," ujarnya.

Lebih lanjut, dia menyerukan masyarakat juga harus kuat menghadapi kekuatan asing disamping penguatan pemerintah.

"Pemerintah harus kuat, masyarakat juga harus kuat melawan infiltrasi asing. Saat ini ada gerakan yang ingin menyerang pemerintah dengan people power, ini merupakan langkah yang tidak tepat, karena Indonesia sudah memiliki peradilan yang mapan," terangnya.

Baca Juga: Fenomena Gerhana Matahari Cincin Api 14 Oktober 2023, NASA Akan Siarkan Langsung Secara Online

Masri menghimbau GPII harus bisa mengadvokasi masyarakat dengan membawa masalah ke ranah hukum sebagai jalur tertinggi suatu keadilan bukan turut serta memperkeruh keadaan.

Terakhir Masri menyampaikan selama kepengurusannya siap mendukung semua program pemerintah dan bersedia menjadi distributor, karna pemerintah membutuhkan kelompok-kelompok yang membantu untuk kelancaran pemerintahnya.

Khususnya dalam perogram hilirisasi yang sangat baik, dimana Indonesia tidak lagi memberikan barang mentah, akan tetapi barang setengan jadi dan barang jadi yang sangat menguntungkan Indonesia.

Baca Juga: Pemkot Bandung Sambut Baik Pemeriksaan Belanja Daerah oleh BPK

Berhubung terkait Rempang, menurutnya berpotensi menghasilkan Rp 400 triliun pertahunnya sehingga dapat mensejahterakan oleh karnanya dapat di pertimbangkan dengan matang.

Selain itu di momentum pemilu yang sudah dekat dia meminta, GPII harus berada di dalam kelompok yang mendinginkan suasana (cooling system) bersama dengan pemerintah.

Acara yang cukup meriah dihadiri Wakil Ketua Badan Intelijen dan Keamanan Mabes Polri Syam MSI, mantan Ketua Umum GPII Muhammad Toha, Rahmad Kardi, Mashuri, Ketua Umum Pimpinan Pusat Prima DMI, satuan mahasiswa muslim Indonesia, PB PII, Pemuda Matlaul Anwar dan OKP lainnya.

Acara pembukaan selesai jam 12.00 WIB dan akan dilanjutkan dengan pleno.***