POJOKSATU.ID - 3 warga sipil yang terlibat dalam penculikan Imam Masykur oleh Praka Riswandi Manik sudah ditangkap.

Ketiganya ikut terlibat dan memiliki peran dalam penculikan dan penyiksaan Imam Masykur yang juga melibatkan oknum Paspampres Praka Riswandi Manik.

Salah satu dari 3 warga sipil itu ternyata tidak lain adalah kakak ipar Praka Riswandi Manik.

Baca Juga: Perbaikan Rumput JIS Mulai Digeber, Siap Jadi Venue Pembukaan Piala Dunia U17 2023

Kakak ipar oknum Paspampres warga Aceh itu bernama Zulhadi Satria Saputra.

"Total 3 orang sipil ditahan PMJ (Polda Metro Jaya) terkait kasus ini," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi dalam keterangannya dikutip Pojoksatu.id, Selasa 29 Agustus 2023.

Hengki mengungkap, dalam kasus ini, Zulhadi Satria Saputra berperan sebagai sopir.

Baca Juga: Gegara Pakai Kaos Bertuliskan Kata Ini, Lisa Blackpink Diduga Berhubungan dengan Suga BTS, Jadi Sorotan ARMY

Kakak dari istri Praka Riswandi Manik itulah yang menyopiri mobil saat melakukan penculikan Imam Maykur di Jalan Sandratex, Rempoa, Ciputat, Tangsel pada 12 Agustus 2023 lalu.

Selain Zulhadi Satria Saputra, 2 lainnya diketahui bernama Heri dan berinisial AM.

Heri dan AM memiliki peran sebagai penadah barang-barang hasil kejahatan yang dilakukan komplotan Praka Riswandi Manik .

Baca Juga: Shin Tae Yong Umumkan Skuad Timnas Indonesia U23 untuk TC Kualifikasi Piala Asia U23, Persija Paling Banyak

Kedua rekan oknum Paspampres itu yakni Praka HS dan Praka J.

Keduanya adalah angggota Direktorat Topografi TNI Angkatan Darat dan anggota TNI di Kodam Iskandar Muda.

"Selain itu Polda Metro Jaya juga menahan dua orang penadah hasil kejahatan dari kelompok ini atas nama AM dan Heri," ucap Hengki.

Hengki menyampaikan, saat ini Ditreskrimum Polda Metro Jaya terus melakukan koordinasi dengan Pomdam Jaya terkait penanganan kasus tersebut.

Baca Juga: 27 Pemain Timnas Indonesia U23 Dipanggil TC Kualifikasi Piala AFC, Hanya 8 Skuad Piala AFF U23 2023

"Tim Polda Metro Jaya berkolaborasi bersama Pomdam Jaya," ujarnya.

Sementara, Fakta baru kasus penculikan dan penyiksaan warga Aceh ini diungkap Danpomdam Jaya Kolonel Cpm Irsyad Hamdie Bey Anwar, dalam keterangannya, di Pomdam Jaya Jayakarta, Jakarta Selatan, pada Selasa 29 Agustus 2023.

Berdsarkan pemeriksaan, ketiga anggota TNI tersebut ternyata seangkatan dan dari daerah yang sama, yakni Aceh.

Baca Juga: Kemenkes Luncurkan Komunitas TB Army Perangi Penyakit TBC

Akan tetapi ketiganya saat ini sama-sama bertugas dan berdinas di Jakarta.

"(Tiga tersangka anggota TNI) Ini satu angkatan. Mereka juga latar belakangnya adalah orang-orang dari Aceh yang sama-sama berdinas dan berada di Jakarta," ungkap Irsyad dalam keterangannya dikutip Pojoksatu.id.***