POJOKBOGOR- Mahasiswa KKN Tematik Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik dan Ilmu Komputer (Fisipkom) Universitas Djuanda (Unida) gelar edukasi pencegahan stunting melalui penyuluhan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di RW 4 Desa Cimande Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor pada Selasa (15/8/2023).
Melalui penyuluhan ini, masyarakat diberikan pemahaman tentang pentingnya menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari, termasuk praktik menjaga kebersihan diri, lingkungan, dan makanan. Selain itu, juga diberikan informasi mengenai korelasi antara PHBS dengan stunting.
Ketua kelompok KKN Wahyu Agung menyampaikan saat ini telah membangun komitmen dengan para kader posyandu untuk meningkatkan kesadaran pentingnya kebersihan diri dan lingkungan.
Baca Juga: Masih Percaya Agensinya, Seulgi Red Velvet Perpanjang Kontrak dengan SM Entertainment
"Saat ini kami telah bekerja sama dengan para kader posyandu untuk melakukan penyuluhan ini. Hal tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat untuk meningkatkan kualitas kebersihan diri dan lingkungan. Saya berharap melalui edukasi dan pengenalan konsep PHBS, kita dapat bersama-sama mencegah stunting dan menciptakan generasi masa depan yang lebih sehat," Ujar Wahyu.
Sementara Dosen Fisipkom Berry Sastrawan menyampaikan alasan dibalik pentingnya penerapan PHBS dimana salah satu indikator kesejahteraan masyarakat dilihat dari kualitas kesehatan.
"Saat ini negara kita berada di posisi 114 Indeks Pembangunan Manusia dikalahkan oleh Singapura di peringkat 12 dan Malaysia di peringkat 62. Salah satu hal yang menentukannya yaitu kualitas kesehatan. Kesehatan akan berdampak pada aspek-aspek kehidupan yang lain," ungkapnya.
Baca Juga: Gubernur Ridwan Kamil Ungkap Rencana Aksi Atasi Polusi Udara di Jabodetabek
Di kesempatan yang sama, Bidan yang Bertugas di desa cimande Desi Wahyuni mengatakan PHBS yang buruk merupakan alasan kedua penyebab stunting setelah faktor ekonomi.
"Selain karena masalah ekonomi, kasus stunting juga terjadi akibat perilaku masyarakat yang kurang bersih dan sehat. Kesadaran masyarakat terhadap kebersihan diri dan lingkungan masih rendah, padahal pencegahan stunting bisa dimulai dengan hal-hal yang simpel seperti mencuci tangan memakai sabun," pungkasnya.
Selain itu terkait dengan permasalahan gizi buruk, Desi menyampaikan bahwa orang tua bisa menyesuaikan dengan makanan yang ada di sekitar, tidak perlu mahal yang penting tetap sehat.
Baca Juga: Program Petani Milenial, Solusi Pertanian Berkelanjutan
"Keluarga bisa konsumsi sayur misalnya karena mayoritas penduduk di RW 004 ini berprofesi sebagai petani. Serta konsumsi buah-buahan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada seperti pisang dan pepaya. Sedangkan untuk protein sendiri bisa didapat dari telur. Tidak perlu yang mahal karena di sekitar kita sudah banyak makanan sehat yang bisa dimanfaatkan," sambungnya.
Dalam kegiatan ini hadir pula Bhabinkamtibmas Desa Cimande, Purwo yang mengapresiasi dan mendukung Kegiatan edukasi masyarakat tentang PHBS.
"Saya mendukung program penyuluhan seperti ini karena untuk menekan angka stunting perlu adanya kesadaran diri yang tertanam di masyarakat. Saya harap informasi yang disampaikan oleh narasumber bisa diimplementasikan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan mengurangi risiko stunting," pungkasnya.
Kegiatan penyuluhan ini menjadi langkah awal dalam upaya pencegahan stunting di Desa Cimande. Mereka berharap kolaborasi dengan masyarakat setempat dapat bermanfaat untuk mencapai hasil yang lebih baik dalam mewujudkan generasi muda yang sehat dan berkualitas.***



