POJOKSATU.id, SIANTAR - Wali Kota Pematang Siantar, dr Susanti Dewayani SpA mengikuti sejumlah kegiatan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) XVI Tahun 2023.

Salah satu agenda yang diikuti adalah diskusi panel dengan tema “Indonesia dan Tantangan Pembangunan Kota di Masa Depan”, di Upperhills, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Diskusi tersebut menghadirkan tiga calon pemimpin bangsa, yakni Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto.

Selain itu, ada pula agenda penyampaian Program Kerja APEKSI Tahun 2024, penetapan calon tuan rumah Rakernas APEKSI XVII Tahun 2024, serta penyampaian rekomendasi.

Baca Juga: Kampung Moderasi Beragama di Kota Parepare Ajang Promosi Toleransi Antarumat Beragama di Indonesia

Dalam rekomendasi Rakernas APEKSI XVI Tahun 2023, ada beberapa poin pesan kunci, yakni konsistensi dalam pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah yang mengakomodir berbagai keunggulan dan potensi setiap kota (daerah), tantangan dalam menuju “Indonesia Emas 2045”.

Untuk itu diperlukan peta jalan dan strategi yang mengakomodasi kaum muda kreatif perkotaan, dan masa transisi kepemimpinan nasional dan daerah memerlukan kejelasan tata kelola (regulasi, kelembagaan, dan pembiayaan secara komprehensif).

Selain itu, sejumlah isu strategis dan narasi rekomendasi disampaikan terkait regulasi, kelembagaan, dan fiskal. Begitu juga rekomendasi bersurat dan audiensi kepada menteri dan kepala lembaga.

Baca Juga: Apkasi Beri Kuota Beasiswa 5 Orang Ke Cina, Ali Yusuf Siregar Berharap Kualitas SDM Deli Serdang Bertambah

Untuk aspirasi 98 anggota APEKSI, isu nasional seperti stunting, Smart City, dana kelurahan, pengendalian inflasi, ASN, honorer, serta isu lainnya menjadi rekomendasi.

Setelah mengikuti Rakernas APEKSI, dr Susanti bersama rombongan OPD Pemko Pematang Siantar mengunjungi dua lokasi, yakni Lorong Wisata Canberra untuk mengunjungi sentra UMKM dan menikmati kuliner di Jalan AP Pettarani V, Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakukkang, pada Kamis (14/7/2023).

Di Lorong Wisata Canberra, dr Susanti disambut dengan Tari Paduppa, yang merupakan salah satu kearifan lokal Bugis-Makassar. Tarian Paduppa adalah tarian yang sering ditampilkan untuk menyambut tamu. Biasanya disebut pula sebagai Tari Selamat Datang dari suku Bugis.

Baca Juga: MUI Tak Setuju Jika Al Zaytun Sampai Dibubarkan, Mending Panji Gumilang Saja yang Dipecat Tidak Hormat

Tari Paduppa dibawakan dengan gerakan yang khas oleh kaum perempuan. Terdapat gerakan menabur beras yang bermakna sebagai tanda penghormatan dan juga dipercaya sebagai penolak bala atau gangguan roh-roh halus.

dr Susanti pun tampak terkagum dengan Lorong Wisata dan keramah tamahan penduduk Makassar, juga Rumah Produksi UMKM di kota tersebut.

Pada kesempatan tersebut, wali kota perempuan pertama di Pematang Siantar ini membubuhkan tanda tangan di spanduk, sebagai tanda kunjungan di Lorong Wisata. Kemudian berfoto bersama warga Kelurahan Tamamaung. ***

Baca Juga: Kodam III Siliwangi dan Unpas Lanjutkan Kerja Sama Citarum Harum