POJOKSATU.id – Persebaya Surabaya punya cara tersendiri menjaga keseimbangan saat menghadapi tekanan PSIM Yogyakarta.

Dalam kemenangan 1-0 di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu 13 September 2026, Bernardo Tavares membuat keputusan menarik.

Pelatih Persebaya tersebut menempatkan Risto Mitrevski sebagai gelandang bertahan sejak pertandingan berlangsung.

Sementara itu, Walber Motta dipercaya menemani Yuran Fernandes untuk mengawal jantung pertahanan Bajul Ijo.

Baca Juga: Persija Beri Panggung Besar untuk Hannan dan Arly, Begini Penilaian Shin Tae Yong

Keputusan tersebut bukan semata-mata membuat Persebaya lebih bertahan ketika menghadapi permainan PSIM Yogyakarta.

Bernardo justru menjelaskan bahwa posisi Risto dirancang untuk memberikan ruang lebih besar kepada pemain lain.

Risto Jadi Penyeimbang Permainan Persebaya

Risto sebenarnya sudah pernah dimainkan Bernardo pada posisi gelandang bertahan musim sebelumnya.

Pengalaman tersebut membuat sang pelatih memahami kemampuan Risto ketika harus bermain lebih maju dari biasanya.

Baca Juga: Cara Login dan Mengikuti Simulasi TKA 2026 di Ayo Coba TKA, Lengkap Langkah demi Langkah

“Musim lalu saya juga sempat menempatkan Risto di posisi itu pada beberapa pertandingan,” ujar Bernardo Tavares.

Menurut Bernardo, keberadaan Risto di tengah membantu Persebaya menjaga struktur permainan tetap stabil.

Skema tersebut juga memberikan keleluasaan kepada bek sayap untuk bergerak lebih aktif membantu serangan.

Jefferson Silva menjadi salah satu pemain yang memperoleh keuntungan dari perubahan struktur permainan tersebut.

Pergerakan Jefferson dari sisi lapangan mampu membuka jalur serangan dan memberikan tambahan tekanan kepada pertahanan PSIM.

Bahkan, kontribusinya ikut membantu proses terciptanya gol kemenangan Persebaya melalui Alex Martins.

“Ini justru memberikan keseimbangan dan membiarkan bek sayap kita seperti Jefferson lebih aktif naik,” jelas Bernardo.

Baca Juga: Jangan Asal Pilih Jurnal Ilmiah, Ini 5 Ciri Jurnal Berkualitas dan Cara Mengeceknya

PSIM Bermain Sepuluh Pemain

Situasi pertandingan kemudian berubah setelah PSIM harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-49.

Kondisi tersebut membuat Persebaya menghadapi lawan yang semakin rapat dalam menjaga wilayah pertahanannya sendiri.

Bernardo mengakui situasi seperti itu justru dapat membuat pertandingan menjadi lebih sulit bagi timnya.

“Ketika sebuah tim bermain dengan 10 orang, mereka cenderung menutup ruang rapat-rapat,” katanya.

Baca Juga: Lembaga Universitas Republik Indonesia Siapkan 398 Talenta, Calon Pemimpin BUMN Disaring Lewat P3MD, Kriteria IQ di Atas 120

Meski demikian, Persebaya tetap mampu menciptakan sejumlah peluang hingga akhirnya mendapatkan gol penentu kemenangan.

“Kami tetap mampu menciptakan banyak situasi berbahaya, melepaskan umpan silang, dan melepaskan tembakan,” ujar Bernardo.

Pelatih asal Portugal tersebut menilai fokus pemain menjadi faktor penting ketika menghadapi pertahanan rapat.

“Yang terpenting, para pemain tidak kehilangan fokus dan terus berjuang hingga akhir,” pungkasnya.

Kemenangan tersebut akhirnya mengantarkan Persebaya mengamankan tiga poin penting di hadapan pendukung sendiri.

Bajul Ijo kini menempati peringkat ketujuh klasemen sementara Indonesia Super League dengan 4 poin.***