POJOKSATU.id – Dewa United Banten FC menatap musim baru dengan tantangan besar setelah kehilangan penyerang andalan Alex Martins.

Alex Martins resmi meninggalkan Dewa United dan bergabung dengan Persebaya Surabaya setelah menjadi mesin gol utama Banten Warriors.

Selama memperkuat Dewa United, Alex mencatat 92 penampilan, menghasilkan 67 gol serta 13 assist pada semua kompetisi.

Catatan tersebut membuat kepergian Alex meninggalkan ruang besar yang harus segera diisi lini depan Dewa United musim ini.

Baca Juga: Sosok 3 Tersangka Pengeroyokan Bambang Setiawan di Pejompongan Terungkap dari 3 Hal Ini

Musim lalu, penyerang asal Brasil itu bahkan mencetak 20 gol dari 34 pertandingan bersama Dewa United sepanjang kompetisi.

Kini, tanggung jawab mencetak gol beralih kepada Denilson Junior yang datang dengan nomor punggung tujuh musim ini.

Denilson menyadari tekanan tersebut, namun memilih melihatnya sebagai tantangan besar untuk membantu Dewa United mengejar target tertinggi.

Sang striker juga memberikan penghormatan kepada Alex yang dinilainya memiliki pencapaian luar biasa selama berkompetisi di Indonesia.

“Musim lalu, saya sangat menghormati Alex karena mencetak banyak gol memang sulit dalam liga yang kuat,” kata Denilson.

Baca Juga: Info Terbaru SKD Sekolah Kedinasan 2026, Cek 110 Soal, Kisi-Kisi TWK-TIU-TKP dan Nilai Minimal Lolos

Denilson mengatakan persaingan kompetisi Indonesia membuat setiap penyerang harus bekerja keras untuk mendapatkan peluang mencetak gol penting.

Target Pribadi Bukan Prioritas Utama

Karena itu, pemain tersebut tidak ingin menjadikan gelar pencetak gol terbanyak sebagai ukuran utama keberhasilan pribadinya musim ini.

“Saya datang untuk mencetak gol dan menjadi top scorer, tetapi Dewa United harus meraih gelar juara terlebih dahulu,” tegasnya.

Menurut Denilson, keberhasilan pribadi akan kehilangan makna apabila kontribusinya gagal membawa klub bersaing menuju puncak klasemen musim ini.

Dia menegaskan kemenangan tim harus ditempatkan lebih tinggi daripada ambisi pribadi mencetak sebanyak mungkin gol sepanjang musim berjalan.

“Jika saya menjadi pencetak gol terbanyak tetapi Dewa tidak juara, pencapaian itu tidak berarti bagi saya,” ujarnya.

Pandangan tersebut memperlihatkan fokus Denilson yang lebih mengutamakan kepentingan tim dibandingkan statistik individu sepanjang musim berjalan.

Sebagai seorang striker, Denilson tetap bertekad memberikan kontribusi melalui gol, pergerakan maupun kerja keras sepanjang pertandingan musim ini.

“Saya ingin melakukan yang terbaik untuk mencetak gol, namun kemenangan Dewa tetap membuat saya sangat bahagia,” katanya.

Brace Jadi Sinyal Awal

Denilson bahkan menganggap kemenangan tetap bernilai ketika dirinya gagal mencatatkan nama pada papan skor dalam pertandingan tersebut.

“Kalau saya tidak mencetak gol dan Dewa menang, itu sudah menjadi hasil terbaik bagi saya musim ini,” ungkapnya.

Tekad tersebut mulai terlihat ketika Denilson mencetak dua gol dalam pertandingan pekan kedua kompetisi musim 2026/27.

Brace tersebut menjadi sinyal awal bahwa Dewa United memiliki tumpuan baru untuk mengisi peran penting lini serang mereka.***