POJOKSATU.id – Persiapan Timnas Inggris menghadapi Norwegia pada perempat final Piala Dunia 2026 tidak sepenuhnya diwarnai optimisme.

Di balik kepercayaan diri setelah menyingkirkan Meksiko, skuad The Three Lions justru dihadapkan pada kebingungan.

Itu setelah keputusan FIFA yang memperberat hukuman bek muda Jarell Quansah tanpa penjelasan resmi.

Semula, kartu merah yang diterima Quansah pada babak 16 besar diperkirakan hanya berujung larangan bermain dalam satu pertandingan.

Baca Juga: Prediksi Skor Norwegia vs Inggris, Lengkap Nilai Pasaran dan Prakiraan Susunan Pemain

Namun, keputusan tersebut berubah setelah FIFA menaikkan sanksi menjadi dua pertandingan karena pelanggaran dinilai sebagai serious foul play.

Perubahan itu membuat pelatih Inggris, Thomas Tuchel, mempertanyakan proses pengambilan keputusan.

Hingga beberapa hari menjelang duel penting melawan Norwegia, federasi disebut belum memberikan alasan yang jelas kepada tim pelatih maupun Federasi Sepak Bola Inggris.

Tuchel Soroti Transparansi FIFA

Quansah diusir keluar lapangan setelah tinjauan Video Assistant Referee menunjukkan tekel mengenai pergelangan kaki pemain Meksiko, Jesus Gallardo.

Baca Juga: Prediksi Skor Argentina vs Swiss, Nilai Pasaran Agak Mengejutkan

Keputusan wasit memberikan kartu merah diterima, tetapi perpanjangan masa hukuman memunculkan tanda tanya karena dianggap berbeda dari praktik disiplin yang lazim diterapkan.

Saat ditanya apakah kritiknya terhadap kepemimpinan wasit setelah pertandingan memengaruhi keputusan tersebut, Tuchel mengaku sama sekali belum memperoleh jawaban dari FIFA.

"Saya rasa tidak. Kami juga tidak mendapatkan penjelasan apa pun," kata Tuchel kepada wartawan.

Sebelumnya, mantan pelatih Chelsea dan Bayern Muenchen itu memang melontarkan kritik tajam terhadap kualitas perangkat pertandingan.

Menurutnya, penggunaan VAR dan konsistensi pengambilan keputusan selama pertandingan melawan Meksiko masih jauh dari harapan pada ajang sebesar Piala Dunia.

Baginya, standar kepemimpinan wasit seharusnya mampu memberikan kepastian kepada seluruh peserta turnamen.

Terutama ketika keputusan disiplin berdampak langsung terhadap komposisi tim pada fase gugur.

Baca Juga: Baru Bersinar di Piala Dunia 2026, Jayden Adams Meninggal pada Usia 25 Tahun

Fokus Hadapi Norwegia

Meski persoalan Quansah masih menjadi perbincangan, Tuchel meminta seluruh pemain mengalihkan perhatian kepada pertandingan berikutnya.

Ia menilai kemenangan atas Meksiko telah memperlihatkan karakter tim, tetapi perjalanan Inggris menuju gelar juara masih sangat panjang.

"Saya pikir kami mengambil langkah besar pada pertandingan terakhir, tetapi itu baru satu langkah. Kami masih lapar, masih memiliki mimpi, dan masih mempunyai tujuan besar. Langkah berikutnya adalah memenangkan perempat final," ujarnya.

Pertemuan melawan Norwegia di Miami diperkirakan menjadi ujian berbeda bagi Inggris.

Baca Juga: Piala Dunia 2026 Ubah Erling Haaland Jadi Idola Baru Amerika

Itu karena lawan diperkuat sejumlah pemain yang sedang berada dalam performa terbaik.

Kehilangan Quansah memang mengurangi pilihan di lini belakang, tetapi Tuchel yakin skuadnya memiliki kualitas untuk mengatasi tantangan tersebut.

Kini, perhatian publik Inggris tertuju pada dua hal sekaligus, yakni harapan melaju ke semifinal serta penantian atas penjelasan resmi FIFA mengenai hukuman Quansah.

Bagi Tuchel, transparansi menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan terhadap penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar di dunia.***