POJOKSATU.id – Tidak ada sorak kemenangan yang mengiringi langkah Neymar meninggalkan lapangan. Yang tersisa hanyalah tatapan kosong, air mata, dan kalimat singkat yang membuat jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia terdiam.
Bagi banyak orang, momen itu bukan sekadar kekalahan Brasil di Piala Dunia 2026, melainkan kemungkinan penutup perjalanan salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola modern.
Kabar mengejutkan datang dari Brasil. Neymar disebut sedang mempertimbangkan pensiun total dari dunia sepak bola profesional.
Bahkan, sejumlah media lokal melaporkan keputusan tersebut bisa diumumkan hanya dalam hitungan hari.
Baca Juga: Benarkah FIFA Lindungi Tim Favorit? Regulasi Baru Jadi Perdebatan di Piala Dunia 2026
Jika benar terjadi, maka pertandingan melawan Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi penampilan terakhir pemain berusia 34 tahun itu di lapangan hijau.
Masa Depan Neymar Dipenuhi Tanda Tanya
Keikutsertaan Neymar dalam skuad Brasil besutan Carlo Ancelotti sebenarnya sudah memicu perdebatan sejak awal.
Cedera yang terus menghantuinya membuat sang penyerang hampir dua tahun tidak membela Tim Samba sebelum akhirnya dipanggil kembali untuk tampil di Piala Dunia 2026.
Kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih. Cedera betis membuat Neymar absen pada dua pertandingan awal fase grup.
Baca Juga: Pelajar BTI 2026 Kembangkan Prototipe PLTMH Berbasis IoT di UMM, Siap Dukung Listrik Daerah 3T
Ia baru tampil selama 14 menit ketika Brasil mengalahkan Skotlandia 3-0 pada laga terakhir penyisihan grup.
Setelah itu, Neymar kembali hanya menjadi penghuni bangku cadangan saat Brasil menyingkirkan Jepang pada babak 32 besar.
Kesempatan bermain baru datang ketika Brasil menghadapi Norwegia di fase gugur.
Masuk sebagai pemain pengganti, Neymar sempat membangkitkan harapan lewat gol penalti pada masa tambahan waktu.
Gol tersebut menjadi gol internasional ke-80 sekaligus memperpanjang rekornya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Timnas Brasil.
Namun, gol itu tidak mampu menghindarkan Brasil dari kekalahan 2-1. Peluit panjang berbunyi, mimpi juara kembali sirna, dan Neymar terlihat menangis sebelum menyampaikan pernyataan yang mengejutkan.
"Saya sudah berusaha. Saya benar-benar mencoba. Sekarang semuanya selesai. Saya memulai perjalanan ini di sini dan saya mengakhirinya di sini," ujar Neymar kepada TV Globo.
Baca Juga: Sebut Orang Sekeliling Sarwendah seperti 'Kompor', Jadi Alasan Ruben Onsu Serius Rebut Hak Asuh Anak
Dorongan Sang Ayah untuk Tetap Bermain
Belum lama setelah pernyataan emosional tersebut, muncul laporan bahwa Neymar tengah mempertimbangkan mengakhiri karier profesionalnya lebih cepat.
Bahkan, ia disebut bisa saja tidak menyelesaikan kontraknya bersama Santos, klub yang membesarkan namanya.
Meski begitu, keputusan final belum diambil. Neymar dikabarkan masih ingin menenangkan diri dan mengevaluasi perjalanan Brasil di Piala Dunia sebelum menentukan langkah berikutnya.
Di tengah situasi tersebut, sosok yang paling berharap Neymar tetap bermain justru datang dari keluarganya sendiri.
Baca Juga: Tiket Nyaris Ludes! Okupansi Bandara Jember Melesat Tembus 89,6 Persen, Siap Sambut Turis JFC 2026
Ayah Neymar menyampaikan pesan panjang yang menyentuh melalui media sosial. Ia meminta putranya tidak membiarkan kegagalan menjadi penutup kisah luar biasa yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
"Anakku, perjalananmu begitu indah. Keputusan hari ini tidak akan menentukan seluruh kisah hidupmu. Mimpi yang belum terwujud bukan berarti telah berakhir," tulis Neymar Sr.
Ia juga mengingatkan bahwa sepak bola selalu menjadi sumber kebahagiaan Neymar sejak kecil.
"Mainlah lagi. Nikmati permainan ini. Tersenyumlah ketika bola berada di kakimu. Jangan memikul beban kritik, tekanan, atau kegagalan. Lakukan apa yang selalu kamu cintai sejak kecil."
Warisan Besar yang Sulit Dilupakan
Terlepas dari bagaimana keputusan akhirnya nanti, nama Neymar sudah memiliki tempat khusus dalam sejarah sepak bola.
Ia memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak Timnas Brasil dengan 80 gol, melewati legenda Pele. Jumlah penampilannya bersama Selecao yang mencapai 130 pertandingan juga hanya kalah dari Cafu.
Di level klub, Neymar menikmati masa-masa gemilang bersama Barcelona dan Paris Saint-Germain.
Kepindahannya ke PSG pada 2017 bahkan memecahkan rekor transfer dunia setelah ditebus sekitar 200 juta poundsterling.
Sementara bersama Santos, klub masa kecilnya, Neymar telah mencatatkan ratusan penampilan, mencetak lebih dari 150 gol, serta membawa tim meraih sejumlah gelar bergengsi, termasuk Copa Libertadores 2011.
Meski belum pernah mengangkat trofi Piala Dunia ataupun Copa America bersama Brasil, warisan Neymar tidak hanya diukur lewat jumlah gelar.
Ia dikenang sebagai pemain yang menghadirkan kreativitas, hiburan, dan keberanian memainkan sepak bola dengan gaya khas yang sulit ditiru generasi berikutnya.
Kini, dunia hanya menunggu satu keputusan. Apakah Neymar benar-benar mengakhiri kisahnya sebagai pesepak bola profesional, atau justru memilih bangkit sekali lagi untuk menulis bab terakhir yang lebih indah dalam karier luar biasanya.***

