POJOKSATU.id - Arsenal sedang dihantui kecemasan besar menjelang final Liga Champions menghadapi Paris Saint-Germain akhir bulan ini.
Sorotan utama tertuju pada kondisi bek andalan mereka, Jurrien Timber, yang masih bergelut dengan cedera pangkal paha.
Pemain asal Belanda itu belum tampil sejak pertengahan Maret lalu.
Cedera yang terus kambuh membuat staf medis Arsenal memilih pendekatan hati-hati dalam proses pemulihannya.
Baca Juga: DPRD Jabar Kawal MOU Pengelolaan Masjid di SMAN 3 Sukabumi, Cegah Campur Tangan Pihak Luar
Manajer Mikel Arteta dikabarkan tidak ingin mengambil risiko besar di fase krusial musim ini.
Meski demikian, ada sedikit optimisme di internal klub.
Timber disebut mulai meningkatkan intensitas latihan demi mengejar kebugaran sebelum partai final di Puskas Arena (Budapest), Hungaria, 30 Mei mendatang.
Namun, peluangnya bermain saat Arsenal menutup Liga Inggris melawan Crystal Palace masih sangat kecil.
Fokus utama klub kini tertuju pada final Eropa melawan PSG.
Baca Juga: Viral Video AI Bareng Cristiano Ronaldo, Begini Cara Membuatnya agar Terlihat Realistis
Arsenal membutuhkan kualitas bertahan dan kecepatan Timber untuk meredam lini serang PSG yang dipenuhi pemain berbahaya.
Nama Khvicha Kvaratskhelia menjadi ancaman serius bagi lini belakang Arsenal.
"Situasinya belum terlihat bagus saat ini," kata pelatih Belanda, Ronald Koeman.
Koeman mengaku masih khawatir melihat kondisi Timber yang belum benar-benar stabil.
Arteta Kehabisan Opsi di Lini Belakang
Krisis cedera membuat Arsenal mulai menyiapkan skenario tanpa Timber di final nanti.
Masalah semakin rumit setelah Ben White dipastikan absen hingga akhir musim.
Kondisi itu membuat Arteta kehilangan pilihan alami di posisi bek kanan.
Baca Juga: Cara Pembagian Daging Hewan Kurban Sesuai Syariat dan Adabnya, Jangan Sampai Salah
Pelatih asal Spanyol itu kini kemungkinan kembali memainkan Cristhian Mosquera sebagai bek darurat.
Situasi tersebut jelas bukan kondisi ideal menghadapi tekanan tinggi partai final Liga Champions.
Di sisi lain, Arsenal juga menunggu perkembangan gelandang Mikel Merino.
Merino mulai menambah porsi latihan setelah menjalani operasi kaki beberapa bulan lalu.
Gelandang itu sudah absen selama empat bulan.
Meski diprediksi melewatkan Piala Dunia, Arsenal masih berharap Merino bisa kembali sebelum melawan PSG.
Merino mengaku sulit menyaksikan perjuangan tim hanya dari pinggir lapangan.
"Melihat tim bermain tanpa bisa membantu terasa menyakitkan," ujar Merino.
Namun, ia memastikan ruang ganti Arsenal tetap solid menghadapi tekanan akhir musim.
Saat ini Arsenal masih memburu dua target besar sekaligus.
Mereka berada di ambang perebutan gelar Liga Inggris dan final Liga Champions.
Karena itu, kabar positif mengenai kondisi pemain cedera menjadi harapan terbesar Arteta dalam beberapa hari ke depan.
Seluruh perhatian kini tertuju pada ruang medis Arsenal.
Jika Timber gagal pulih tepat waktu, Arsenal harus menghadapi PSG dengan pertahanan yang jauh dari ideal.***

