POJOKSATU.id - Nama Igor Thiago (Brentford) muncul sebagai pesaing kuat Erling Haaland (Manchester City) dalam perburuan gelar top skor Liga Inggris musim 2025/26.

Menjelang paruh musim atau setelah pekan ke-16 Thiago nangkring di peringkat kedua daftar top skor sementara Liga Inggris dengan 11 gol.

Koleksi golnya memang masih tertinggal enam angka dari Haaland yang kokoh di posisi teratas dengan 17 gol.

Tapi kemunculan nama Thiago sebagai rival terkuat Haaland saat ini, sedikit banyak menjadi kejutan bagi pecinta Premier League.

Baca Juga: Update! Korban Tewas Bencana Sumatera Tembus 1.068 Jiwa, Negara Dinilai Kalah Cepat dari Alam

Bukan nama familiar seperti Mohamed Salah (Liverpool) yang juga peraih gelar top skor Liga Inggris musim lalu.

Atau bomber baru Liverpool, Alexander Isak yang dibeli mahal dari Newcastle United pada musim panas 2025/26.

Tapi Igor Thiago. Striker 24 tahun asal Brasil yang membela klub papan bawah Brentford.

Tulang Punggung Keluarga di Usia 13 Tahun

Perjalanan karier Igor Thiago menjadi contoh nyata bagaimana ketekunan mampu mengubah nasib seseorang secara perlahan namun pasti.

Baca Juga: IPB University Resmi Luncurkan Program Doktor Ilmu Manajemen, Pendaftaran Dibuka 20 Oktober 2025

Penyerang yang direkrut Brentford dari Club Brugge pada musim panas 2024 itu menjelma jadi striker mematikan musim ini.

Tercatat Thiago belum genap lima tahun menapaki dunia sepak bola profesional tingkat atas.

Di balik pencapaiannya saat ini, terdapat kisah hidup yang penuh perjuangan sejak usia belia.

Igor Thiago kehilangan ayahnya ketika masih berusia 13 tahun.

Kondisi tersebut memaksanya bekerja demi membantu perekonomian keluarga dan menopang kehidupan sang ibu. Menggantikan peran mendiang ayahnya.

Impian menjadi pesepak bola profesional sempat tertunda karena tanggung jawab hidup yang datang terlalu cepat.

Situasi sulit tersebut tidak memadamkan kecintaannya terhadap sepak bola.

Ia tetap bermain sambil bekerja, menunggu kesempatan yang mungkin datang di kemudian hari.

Baca Juga: 5 Solusi Bagi Guru Bersertifikasi yang TPG Triwulan 3 dan 4 Belum Cair hingga Bulan Desember Ini!

Kesempatan itu akhirnya muncul saat ia bergabung dengan klub lokal Vere. Penampilannya bersama Vere perlahan menarik perhatian klub yang lebih besar.

Cruzeiro kemudian membuka pintu bagi Thiago untuk mengembangkan potensinya lebih jauh.

Klub tersebut menjadi tempat Thiago mencatat debut profesional pada Januari 2020.

Bersama Cruzeiro, Thiago mulai merasakan kerasnya persaingan sepak bola profesional Brasil.

Dalam kurun tiga musim, ia tampil sebanyak 64 kali di berbagai kompetisi. Selama periode itu, ia mencetak sepuluh gol dan memperoleh pengalaman berharga.

Baca Juga: Ramai Klaim TPG THR 100 Persen Sudah Cair, Simak Isi Email Balasan Kemenkeu Prime

Meskipun catatan golnya belum mencolok, potensi Thiago mulai terlihat. Pergerakan tanpa bola dan naluri mencetak golnya menarik perhatian klub luar negeri.

Pada Maret 2022, ia memutuskan menerima tantangan baru di Eropa.

Thiago menyeberangi Samudra Atlantik untuk bergabung dengan Ludogorets Razgrad asal Bulgaria. Kepindahan tersebut menjadi titik balik besar dalam karier profesionalnya.

Namun, awal perjalanan di Bulgaria tidak langsung berjalan mulus. Ia pertama kali bergabung dengan tim cadangan Ludogorets.

Meski demikian, Thiago menunjukkan kualitasnya sejak laga-laga awal. Ia mencetak tiga gol dari empat pertandingan pertamanya bersama tim cadangan.

Performa tersebut membuat pelatih tim utama segera memberikan kesempatan promosi.

Thiago kemudian masuk ke skuad utama yang tengah mendominasi liga domestik. Pada musim 2021/2022, Ludogorets meraih gelar liga ke-11 secara beruntun.

Baca Juga: Seleksi Administrasi PPG Guru Tertentu Periode 5 akan Ditutup! Guru Perhatikan Beberapa Hal Penting Ini Sebelum Ajukan Pendaftaran!

Musim berikutnya menjadi periode terbaik Thiago bersama Ludogorets. Ia dipercaya menjadi ujung tombak utama serangan tim berjuluk Eagles tersebut.

Kepercayaan itu dibayar dengan performa yang sangat produktif. Sepanjang musim 2022/2023, Thiago mencetak 20 gol di berbagai kompetisi.

Selain itu, ia juga menyumbangkan 11 assist untuk rekan-rekannya. Kontribusinya membawa Ludogorets meraih treble domestik.

Trofi tersebut terdiri dari Liga Bulgaria, Piala Bulgaria, dan Piala Super Bulgaria.

Prestasi itu menjadi treble kedua dalam sejarah klub. Nama Thiago pun semakin dikenal di bursa transfer Eropa.

Baca Juga: Dugaan TPG THR 100 Persen Cair di Nias Selatan Jadi Sorotan Guru Nasional, Bertambah Lagi Daerah yang Cair?

Pada musim panas berikutnya, Club Brugge datang dengan tawaran besar.

Klub Belgia tersebut membayar biaya transfer yang dilaporkan sebagai rekor klub Bulgaria. Kepindahan itu menandai langkah besar berikutnya dalam karier Thiago.

Bersama Club Brugge, Thiago kembali beradaptasi dengan cepat. Ia langsung menjadi bagian penting dalam skema permainan tim.

Ketajamannya di depan gawang kembali terlihat jelas. Pada musim perdananya di Belgia, Thiago mencetak 29 gol. Ia juga mencatatkan enam assist di semua kompetisi.

Kontribusi itu membawa Club Brugge menjuarai Liga Belgia untuk ke-19 kalinya.

Selain sukses di liga domestik, Brugge juga tampil impresif di Eropa. Mereka melaju hingga semifinal Liga Konferensi Eropa.

Thiago menjadi salah satu pemain kunci dalam perjalanan tersebut. Penampilan konsisten Thiago menuai pujian dari berbagai pihak.

Salah satunya datang dari jurnalis Belgia, Tomas Taecke. Ia menilai Thiago sebagai penyerang dengan insting posisi yang sangat baik.

Menurut Taecke, Thiago selalu berada di tempat yang tepat. Ia piawai menyerang bola dan juga dapat diandalkan sebagai algojo penalti.

Ia menyebut Thiago sebagai striker komplet dengan potensi berkembang tinggi.

Baca Juga: KPM Sudah Graduasi tapi Tidak Tanda Tangan, Haruskah Kembalikan Uang Bansos?

Hijrah ke Inggris

Awal 2024 menjadi babak baru dalam karier Thiago. Brentford mengumumkan perekrutannya dengan biaya yang tidak diungkapkan.

Nilai transfer tersebut disebut sebagai rekor klub asal Inggris itu.

Thiago resmi bergabung dengan Brentford pada 1 Juli 2024. Ia langsung mengenakan nomor punggung sembilan setelah Kevin Schade melepasnya.

Dalam wawancara perdananya, Thiago menunjukkan ambisi besar. Ia mengaku selalu bermimpi karena mimpi menjadi bagian penting kehidupan atlet.

Thiago menegaskan keinginannya untuk mencetak sejarah bersama Brentford. Namun, perjalanan awalnya di Inggris tidak berjalan sesuai rencana.

Cedera lutut yang dialami dalam laga pramusim membuatnya menepi cukup lama. Ia harus absen hingga November sebelum kembali merumput.

Debut Liga Inggris akhirnya terjadi saat melawan Everton. Thiago masuk sebagai pemain pengganti dalam laga yang berakhir imbang tanpa gol.

Meski begitu, masalah cedera kembali menghampirinya. Ia mengalami infeksi pada sendi yang membuatnya harus menepi lagi.

Cedera tersebut memaksanya absen hingga akhir musim hampir tiba.

Thiago baru kembali bermain pada empat pertandingan terakhir musim 2024/2025. Meskipun belum maksimal, kembalinya ia disambut dengan optimisme.

Musim ini, ia tidak pernah absen membela Brentford di Liga Inggris. Dari 16 laga yang sudah dijalani, Thiago telah membukukan 11 gol.

Jika konsisten dengan performa apiknya, bukan tidak mungkin Igor Thiago membuat kejutan di akhir musim ini sebagai top skor Liga Inggris.

Perjalanan Igor Thiago membuktikan bahwa kesuksesan tidak datang secara instan.

Dari pekerja remaja hingga striker Liga Inggris, jalannya penuh liku. Kini, ia memiliki kesempatan menulis babak baru di panggung sepak bola tertinggi.***