POJOKSATU.id — Jelang dua laga berat di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Timnas Irak menjaga privasi skuadnya.

Federasi Sepak Bola Irak (IFA) bahkan menerapkan tiga aturan ketat selama pemusatan latihan di Jeddah, Arab Saudi — termasuk larangan total bagi para pemain untuk bermain media sosial.

Federasi Irak Terapkan Aturan Ala Militer

Timnas Irak yang tergabung di Grup B pada fase ini, melawan Timnas Indonesia dan Arab Saudi.

IFA ingin memastikan seluruh pemain benar-benar fokus untuk mengamankan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Skuad Timnas Indonesia Sudah Lengkap, Siap Tempur Lawan Arab Saudi dan Irak

Irak dijadwalkan menghadapi Timnas Indonesia di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, pada Minggu (12/10/2025) pukul 02.30 WIB, kemudian bertemu tuan rumah Arab Saudi di stadion yang sama pada Selasa (14/10/2025).

Setelah tiba di Jeddah pada Senin (6/10/2025) malam waktu setempat, delegasi yang dipimpin Presiden Federasi Sepak Bola Irak, Adnan Dirjal, langsung menggelar latihan perdana.

Dirjal juga menegaskan pentingnya pengawasan penuh selama masa persiapan ini agar tim bisa tampil maksimal.

Tiga Aturan Ketat untuk Singa Mesopotamia

IFA menerapkan tiga aturan utama yang bersifat wajib dan tak bisa ditawar.

Baca Juga: Timnas Indonesia vs Arab Saudi Bukan Hal Baru, 14 Kali Bertemu, Begini Adu Kuat Skuad di Laga Menuju Piala Dunia 2026

Pendekatan ini bahkan disebut sejumlah media Irak sebagai gaya militer, karena tingkat kedisiplinannya sangat tinggi.

Aturan pertama, menjaga privasi tim selama pemusatan latihan. Sehingga tidak semua pihak boleh mengakses area latihan, bahkan media dan staf luar dibatasi secara ketat.

“Federasi Sepak Bola Irak tampaknya tak ingin mengulangi kesalahan administratif yang terjadi pada Piala Asia 2023 di Qatar ketika akses ke tim terbuka bagi hampir semua orang,” tulis media Winwin.

“Kali ini, staf administrasi dan media memberlakukan aturan ketat demi memastikan privasi penuh, aturan yang bersifat mutlak dan tak dapat diganggu gugat,” lanjut laporan tersebut.

Langkah ini diambil karena pada Piala Asia 2023, Timnas Irak dikritik kehilangan fokus usai kalah dari Yordania. Federasi berharap kesalahan itu tidak terulang lagi.

Tak kalah ketat, aturan keduanya bagi Timnas Irak adalah pembatasan pernyataan publik dari seluruh anggota tim, termasuk pemain dan staf pelatih.

Baca Juga: Timnas Indonesia Jalani Latihan Perdana di Arab Saudi, Ole Romeny Sudah Gabung!

Federasi hanya mengizinkan pernyataan resmi disampaikan melalui juru bicara yang ditunjuk, yaitu Salam Al-Munassir.

Dalam kondisi tertentu, Adnan Dirjal juga bisa memberikan keterangan.

Pelatih Graham Arnold hanya diperbolehkan berbicara dalam konferensi pers resmi yang diselenggarakan oleh federasi.

Sementara para pemain tidak diizinkan melakukan wawancara pribadi atau pernyataan di luar kanal resmi tim.

“Para pemain cuma akan tampil dalam wawancara yang diproduksi serta dipublikasikan melalui akun media sosial resmi tim,” tulis laporan tersebut.

Sedangkan atutan ketiga yang diberlakukan IFA, seluruh pemain dilarang bermain media sosial selama berada di Jeddah.

Baca Juga: Ditolak PSSI dan Penonton Timur Tengah, Wasit Ahmed Al-Ali Tetap Pimpin Laga Arab Saudi vs Indonesia

Larangan ini berlaku penuh sejak tim berangkat menuju Arab Saudi hingga selesai.

“Staf pelatih sebelumnya mencatat beberapa pemain sangat aktif di media sosial, dan hal itu dikhawatirkan bisa mengganggu konsentrasi serta performa mereka,” jelas laporan Winwin.

Oleh karena itu, setiap pemain diminta menonaktifkan akun media sosialnya dan hanya diperbolehkan menggunakan ponsel untuk menghubungi keluarga, itupun pada waktu-waktu yang telah ditentukan.

Fokus Penuh Hadapi Indonesia dan Arab Saudi

Soal kebijakan bermain medsos, Irak memang memilih jalur berbeda demi memenuhi target.

Singa Mesopotamia menargetkan hasil maksimal di dua laga pembuka karena poin dari dua pertandingan awal akan sangat menentukan posisi mereka di klasemen Grup B.

IFA ingin memastikan tak ada gangguan eksternal, termasuk dari dunia maya, yang bisa menurunkan konsentrasi para pemain.

Karena itu, seluruh pemain dan ofisial benar-benar diawasi secara ketat selama berada di Jeddah.

Baca Juga: Emil Audero Cedera, Inilah Kiper Kelima Timnas Indonesia, Mendadak Dibawa ke Arab Saudi

“Ponsel pemain hanya boleh digunakan untuk menelepon keluarga pada waktu-waktu tertentu dan tidak untuk keperluan lain,” tulis Winwin.

Pendekatan disiplin ini jelas berbeda dengan kebijakan yang diterapkan Timnas Indonesia, yang tetap mengizinkan pemainnya untuk aktif di media sosial selama pemusatan latihan.

Jay Idzes dan rekan-rekannya masih bisa membagikan momen latihan atau kegiatan tim di akun pribadi masing-masing, selama tidak melanggar etika dan ketentuan PSSI.***