POJOKSATU.id — Persib Bandung bisa bernapas lega. Mahkota juara Liga 1 musim 2024/2025 sudah resmi mereka genggam.

Namun euforia juara tak serta merta membuat Maung Bandung lengah.

Masih ada tiga pertandingan sisa, termasuk duel kontra Barito Putera di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jumat malam (9/5/2025), yang harus mereka tuntaskan.

Di atas kertas, laga ini memang tak lagi menentukan nasib Persib. Tapi tidak demikian bagi Barito Putera.

Laskar Antasari tengah berjuang mati-matian menjauh dari jurang degradasi. Setiap poin jadi harga mahal.

Mereka wajib curi angka di Bandung kalau tak mau nasib ditentukan tim lain.

Sementara itu, pelatih Persib, Bojan Hodak, kemungkinan besar bakal melakukan rotasi besar-besaran.

Dengan status juara di tangan, ini saatnya memberi panggung bagi para pemain yang selama ini lebih banyak duduk di bangku cadangan.

Baca Juga: Mantap! Anak Cristiano Ronaldo Dipanggil Timnas Portugal

Panggung untuk Penjaga Gawang Pelapis

Rotasi paling kentara kemungkinan terjadi di bawah mistar. Kevin Mendoza, yang telah tampil dalam 25 pertandingan musim ini, bakal diistirahatkan.

Sebagai gantinya, nama-nama seperti Teja Paku Alam, Putra Sheva Sangasi, hingga Fitrah Maulana siap unjuk gigi.

Hal ini diisyaratkan oleh pelatih kiper Persib, Luizinho Passos.

"Tentu saja, mungkin saya punya kesempatan untuk memainkannya. Saya akan berdiskusi dulu dengan Coach Bojan mengenai masalahnya," ujarnya.

Passos menambahkan, ia yakin para penjaga gawang muda Persib punya potensi besar.

Baca Juga: Prediksi Skor dan Susunan Pemain PSG vs Arsenal: Bisa Kejar Ketertinggalan, The Gunners?

"Saya percaya, saya yakin, Fitrah dan Sheva punya masa depan yang bagus. Kalau memang ada kesempatan, saya ingin memberi mereka kesempatan bermain," katanya.

Musim ini, Teja Paku Alam baru mencatatkan enam penampilan dengan total 540 menit bermain.

Sedangkan Sheva hanya sekali tampil, saat menggantikan Mendoza melawan Persebaya di menit ke-75.

Giliran Pemain Pelapis Unjuk Gigi

Rotasi tak berhenti di sektor kiper. Nama-nama yang jarang tampil sepanjang musim juga berpeluang masuk starting eleven.

Di lini belakang ada veteran Achmad Jufriyanto (2 laga), Victor Igbonefo (5 laga), hingga Zalnando dan Rachmat Irianto.

Di lini tengah, wajah-wajah seperti Febri Haryadi (2 laga), Adzikry Fadlillah, Agung Ahmad, hingga Dedi Kusnandar siap diberi menit bermain lebih.

Termasuk Robi Darwis yang tampil cukup konsisten meski belum jadi pilihan utama.

Baca Juga: Alex Martins Incar Gelar Top Skor Liga 1, Dewa United Siap Hancurkan Persita di Pakansari, Persita Siapkan PERANGKAP BALAS DENDAM

Di lini depan, Dimas Drajat, Ferdiansyah, dan Gervane Kastaneer berpeluang kembali menyentuh rumput hijau. Kastaneer sendiri sempat menunjukkan potensi besar meski belum stabil secara performa.

Pertandingan Formalitas

Bagi Persib, ini memang pertandingan formalitas. Tapi untuk Barito Putera, ini soal hidup dan mati. Mereka tak bisa berharap belas kasih dari tim juara.

Justru, tekanan makin besar karena Persib tak punya beban, dan bisa bermain lebih lepas.

Satu yang pasti, laga ini bisa jadi ujian mental sekaligus panggung seleksi awal bagi pemain-pemain pelapis Maung Bandung untuk musim depan.

Sementara bagi Barito, ini adalah salah satu final sebelum benar-benar terjun ke lubang degradasi.

Baca Juga: GAGAL BERSINAR, Masa Depan Christopher Nkunku DI UJUNG TANDUK, Bayern Munich Belum Sepakat, KEMANA BERLABUH?

Apakah rotasi Persib akan tetap menyengat? Atau justru Barito bisa memanfaatkan celah itu demi selamatkan diri?

Jawabannya akan tersaji di GBLA, Jumat malam nanti. ***