POJOKSATU.id — Pertarungan dua tim penghuni dasar klasemen akan memanas di Stadion Jatidiri, Semarang, Kamis (9/5/2025), saat PSIS Semarang menjamu PSS Sleman dalam laga pekan ke-32 BRI Liga 1.
Inilah partai yang ditunggu para pecinta drama akhir musim. PSIS Semarang dan PSS Sleman akan saling sikut dalam duel bertajuk laga hidup mati demi bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Dua tim yang nasibnya bergantung pada laga ini siap bertarung habis-habisan di Jatidiri.
Laskar Mahesa Jenar kini berada di dasar klasemen dengan koleksi 25 poin dari 31 laga.
Ironisnya, poin itu sama dengan milik tamunya, PSS Sleman. Hanya selisih gol yang membuat PSIS berada di posisi lebih buruk.
Kondisi ini membuat pertandingan ini seperti final sebelum waktunya.
PSIS datang ke laga ini dalam kondisi mental porak-poranda.
Baca Juga: Persib Juara Liga 1, Bupati Bandung Girang Bukan Kepalang
Anak asuh Gilbert Agius tak pernah menang dalam 10 pertandingan terakhir. Bahkan di kandang sendiri, Jatidiri bukan lagi benteng kokoh.
Dari 8 laga kandang terakhir, PSIS hanya bisa memetik dua hasil seri, sisanya tumbang.
Sebaliknya, PSS Sleman datang dengan semangat baru usai menggasak PSM Makassar 3-1.
Kemenangan itu memutus rentetan 4 kekalahan beruntun dan meniupkan napas baru ke kubu Elang Jawa.
Anak-anak asuh Vladimir Vujovic kini kembali percaya diri menatap laga penentuan ini.
Statistik Bicara: PSIS Mandul, PSS Rapuh
Sama-sama sudah kebobolan 48 gol, namun urusan produktivitas menjadi pembeda.
Baca Juga: Mantap! Anak Cristiano Ronaldo Dipanggil Timnas Portugal
PSS Sleman setidaknya mampu mencetak 36 gol, sedangkan PSIS baru mengoleksi 26 gol saja musim ini.
Ini mengindikasikan bahwa Mahesa Jenar bukan hanya rapuh di lini belakang, tapi juga tumpul di depan.
Rekor head to head pun tak sepenuhnya memihak. Dari lima pertemuan terakhir, PSIS unggul tipis dengan dua kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan.
Namun kemenangan terakhir PSS atas PSIS terjadi di putaran pertama musim ini dengan skor 2-1.
Pemain Kunci: Duel Mesin Gol dan Tembok Pertahanan
Di kubu PSIS, duet David Maulana dan Abdallah Sudi menjadi tumpuan.
Masing-masing sudah mengoleksi 5 gol. Namun sorotan juga tertuju pada Joao Ferrari yang paling sering tampil musim ini dengan menit bermain terbanyak, jadi motor penggerak dari lini tengah.
Di sisi lain, PSS punya striker tajam dalam diri Tocantins Gustavo dengan torehan 12 gol.
Ia didukung oleh Nicolao Cardoso yang sudah mengemas 6 gol dan 2 assist.
Jangan lupakan Cleberson, bek yang tak hanya tangguh tapi juga produktif dengan 3 gol dari 29 penampilan.
Baca Juga: Semen Padang Bangkit dari ANCAMAN DEGRADASI, Bonus ‘Plastik Hitam’ Jadi Suntikan Motivasi
Prediksi Jalannya Laga
Dengan tekanan besar di pundak kedua tim, laga ini dipastikan berlangsung dalam intensitas tinggi.
PSIS akan mengandalkan dukungan publik Semarang, sementara PSS berusaha mengulang performa impresifnya saat menjungkalkan PSM.
Namun catatan buruk kandang PSIS dan bangkitnya PSS bisa jadi faktor penentu.
Jika Elang Jawa mampu menjaga momentum, bukan tak mungkin mereka bisa mencuri poin penuh dan memperpanjang napas di Liga 1.
Laga ini akan jadi pertaruhan harga diri, nyawa klub, dan nasib ribuan suporter. Siapa yang tetap terbang, siapa yang terjungkal ke jurang degradasi—semuanya akan ditentukan di Jatidiri. ***
