POJOKSATU.id — Musim kompetisi Liga 1 Indonesia semakin mendekati ujung, dan atmosfer persaingan di papan bawah kian memanas.
Tujuh tim — Persik Kediri, Madura United, Persis Solo, Barito Putera, PSIS Semarang, Semen Padang, dan PSS Sleman — terlibat dalam pertarungan hidup-mati demi bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional.
Persaingan Ketat di Sisa Musim
Setiap poin yang diperebutkan dalam sisa pertandingan menjadi sangat berarti.
Empat tim, yakni Persik Kediri, Madura United, Persis Solo, dan Barito Putera, masih memegang kendali penuh atas nasib mereka sendiri.
Jika mampu meraih kemenangan di laga-laga tersisa, mereka tak perlu lagi berharap hasil dari tim lain, sebagaimana disampaikan dalam catatan resmi Liga Indonesia.
Di sisi lain, tiga tim terbawah — PSIS Semarang, Semen Padang, dan PSS Sleman — harus bekerja lebih keras.
Selain harus mengumpulkan poin sebanyak mungkin, mereka juga perlu berharap rival-rival mereka tergelincir agar peluang selamat tetap terbuka.
Persik dan Madura United
Persik Kediri saat ini bertengger di posisi ke-12 dengan koleksi 36 poin dari 29 pertandingan.
Dengan lima laga tersisa, mereka hanya perlu menambah empat poin lagi untuk memastikan tempat di Liga 1 musim depan.
Madura United yang menghuni peringkat ke-13, mengoleksi 30 poin dari 29 laga. Untuk memastikan kelangsungan mereka, Madura United setidaknya membutuhkan tambahan 11 poin dari lima pertandingan yang tersisa.
Baca Juga: Indonesia Tuan Rumah Piala AFF U-23 2025, Ini Stadion yang Disiapkan PSSI
Persis Solo dan Barito Putera
Persis Solo berada di posisi ke-14 dengan raihan 29 poin dari 29 pertandingan. Agar aman dari jerat degradasi, mereka setidaknya harus meraih 12 poin dari lima laga terakhir.
Situasi serupa juga dialami Barito Putera yang saat ini berada di posisi ke-15. Dengan 29 poin dari 30 pertandingan, Barito Putera dituntut mengumpulkan 12 poin tambahan dari empat laga yang masih bisa dimainkan.
Derita Tiga Tim Terbawah
Beralih ke zona merah, PSIS Semarang kini menduduki peringkat ke-16 dengan perolehan 25 poin dari 30 laga.
Mereka memiliki poin yang sama dengan Semen Padang yang berada di posisi ke-17, namun Semen Padang diuntungkan dengan satu pertandingan lebih banyak yang masih harus dimainkan.
Sementara itu, PSS Sleman menghadapi situasi paling sulit.
Terpuruk di dasar klasemen dengan 22 poin dari 30 laga, PSS harus memenangi sebanyak mungkin laga sisa.
Jika menelan dua kekalahan lagi dalam empat pertandingan terakhir, mereka bisa mengalami degradasi lebih cepat. ***
