POJOKSATU.id — AC Milan tampil luar biasa dalam Derby della Madonnina edisi semifinal Coppa Italia.
Dalam laga leg kedua yang digelar di Stadion Giuseppe Meazza pada Kamis (WIB), Rossoneri menundukkan Inter Milan dengan skor meyakinkan 3-0.
Hasil ini membuat Milan lolos ke final dengan agregat 4-1 setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 di leg pertama.
Dua gol Luka Jovic dan satu gol dari Tijjani Reijnders memastikan langkah Milan ke partai puncak.
Kemenangan ini tidak hanya menegaskan superioritas mereka di laga derbi, tetapi juga menunjukkan ketajaman serta efisiensi permainan anak-anak asuh Stefano Pioli, meskipun kalah dominan dalam statistik.
Dibayangi Cedera, Inter Kehilangan Taji
Laga panas ini sebelumnya sudah diwarnai kabar buruk dari kubu Nerazzurri.
Lautaro Martinez dipastikan absen karena belum pulih dari cedera.
Absennya striker utama itu diperparah dengan tidak tampilnya Mehdi Taremi dan Denzel Dumfries yang juga mengalami cedera, serta Kristjan Asllani yang harus menjalani sanksi akumulasi kartu.
Kondisi ini memaksa Simone Inzaghi memutar otak untuk menyusun strategi alternatif menghadapi rival sekota.
Kekosongan di lini depan membuat Inter tak tampil tajam meski mencoba menekan sejak menit pertama.
Inter Dominan tapi Milan Efisien
Di atas kertas, Inter memang lebih aktif.
Mereka mencatat penguasaan bola sebesar 56 persen dan melancarkan 16 tembakan, namun hanya tiga yang benar-benar mengarah ke gawang.
Sebaliknya, Milan tampil klinis dan tajam, memanfaatkan setiap peluang yang mereka miliki.
Baca Juga: Prediksi Skor dan Susunan Pemain Napoli vs Inter Milan: Due Perebutan Tahta Klasemen Liga Italia
Inter membuka peluang lebih dulu lewat tendangan Matteo Darmian yang nyaris bersarang di gawang Milan.
Tak lama, giliran Federico Dimarco yang mengancam, tapi tembakannya hanya membentur tiang.
Namun Milan-lah yang mencetak gol pembuka.
Luka Jovic memanfaatkan serangan balik cepat setelah menerima umpan dari Alejandro Jimenez dan mencetak gol pada menit ke-36. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.
Brace Jovic dan Gol Reijnders Bungkam Nerazzurri
Memasuki babak kedua, Milan langsung menambah keunggulan.
Jovic mencetak gol keduanya di menit ke-50 dengan sontekan terukur, membuat mental Inter makin tertekan.
Usaha Stefan de Vrij lewat sundulan sempat mengancam, tapi kiper Mike Maignan tampil sigap menggagalkan peluang tersebut.
Titik klimaks laga datang di menit ke-85 ketika Tijjani Reijnders, gelandang berdarah Indonesia, menghujamkan bola ke gawang Josep Martinez lewat tendangan keras yang tak terbendung.
Skor 3-0 menutup laga dan membawa AC Milan ke final Coppa Italia dengan penuh gaya.
Menanti Final, Menjaga Asa Angkat Trofi
AC Milan kini tinggal menanti pemenang dari laga semifinal lain antara Bologna dan Empoli. Partai final akan digelar pada 14 Mei 2025 mendatang.
Dengan performa seperti ini, Rossoneri boleh berharap tinggi untuk mengangkat trofi.
Sementara itu, kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi Inter Milan yang tampil tanpa kekuatan penuh dan harus angkat koper dari ajang Coppa Italia dengan kepala tertunduk. ***
