POJOKSATU.id — Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola Indonesia. Mantan bek Timnas Indonesia sekaligus pelatih Deltras Sidoarjo, Bejo Sugiantoro, meninggal dunia pada Selasa (25/2/2025) sore WIB.

Ia mengembuskan napas terakhir saat bermain fun football di Lapangan SIER, Surabaya.

Kabar ini pertama kali dikonfirmasi oleh Irwan, rekan Bejo Sugiantoro saat memperkuat Tim Primavera 1993-1994.

"Bejo Sugiantoro meninggal saat bermain bola di Lapangan SIER (Surabaya)," ujar Irwan dalam pesannya.

Baca Juga: Dipecat dari Timnas U-20, Indra Sjafri NAIK TANGANI Timnas U-22 Indonesia, Target Pertahankan Emas SEA GAMES 2025, PSSI BATAL Mencari PELATIH BARU

Sugiantoro saat itu bermain bersama beberapa mantan pemain Persebaya. Ia dilaporkan ambruk pada babak kedua dan segera dilarikan ke RS Royal, namun nyawanya tidak tertolong.

Mantan pilar lini belakang Timnas Indonesia ini berpulang pada usia 47 tahun.

CEO Deltras Sidoarjo, Amir Burhanuddin, turut menyampaikan rasa kehilangan atas kepergian sang pelatih, yang musim ini sukses membawa The Lobster menembus babak 8 besar Liga 2 2024-2025.

"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, selamat jalan Coach Bejo. Mari kita doakan Beliau. Bagi umat Islam, mari kita bacakan surat Al-Fatihah," kata Amir.

Baca Juga: INGAT Wasit Ahmed Al Kaf? BUKAN LAGI Tugas Dia Wasit Timnas Indonesia Lawan Bahrain, AFC Sudah Tunjuk WASIT INI yang Pimpin Pertandingan, BOROS KARTU

Bejo Sugiantoro dikenal sebagai salah satu bek terbaik Indonesia.

Ia besar bersama Persebaya dan menjadi pilar utama Timnas Indonesia pada era akhir 1990-an hingga 2000-an.

Ia turut membawa Persebaya meraih gelar juara Liga Indonesia 1997 dan berkontribusi dalam berbagai turnamen internasional bersama Timnas Indonesia.

Usai pensiun sebagai pemain, Bejo tetap mendedikasikan diri di dunia sepak bola sebagai pelatih.

Baca Juga: BODY SUDAH KEKAR, Bersiap LAGA PEMBUKA, Timnas Indonesia U17 vs Korea Selatan Pukul 18.00 WIB, JADWAL LENGKAP Piala Asia U17 2025 Cek DI SINI

Ia pernah menjadi asisten pelatih di Persebaya dan menangani beberapa klub di Liga Indonesia.

Musim ini, ia dipercaya menakhodai Deltras Sidoarjo di Liga 2, melanjutkan pengabdiannya untuk sepak bola nasional.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi dunia sepak bola Indonesia. ***