POJOKSATU.id — Timnas Indonesia U-20 kembali harus menelan kekalahan.

Kalah 0-2 dari Timnas Suriah U-20, membuat suporter Indonesia kecewa dan mulai mempetanyakan strategi pelatih Indra Sjafrie.

Dalam pertandingan kedua Mandiri U-20 Challenge Series 2025 yang berlangsung malam ini, Senin (27/1/2025) di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Skuad Garuda Muda kalah beruntun setelah sebelumnya gagal 0-1 dari Yordania U-20.

Peluang gol pertama di pertandingan ini justru awalnya dibuka oleh Timnas Indonesia U-20.

Pada menit ke-5, Adriano dilanggar saat memasuki area kotak penalti. Wasit memberikan konversi tendangan bebas.

Membentur Tiang Gawang

Eksekusi tendangan bebas Dony Tri Pamungkas menjurus ke gawang Suriah. Sayang, tembakannya membentur tiang gawang Suriah.

Baca Juga: BERTAMBAH Gerald Vanenburg, Ini TUGAS Para Pelatih Timnas Indonesia Pasukan Patrick Kluivert, Dua PELATIH LOKAL Tengah Proses Seleksi

Menit ke-13, kembali Timnas Indonesia U-20 mendapat peluang. Ragil melesatkan tendangan setelah mendapat second ball. Tapi bola membentur barisan pemain Suriah.

Balasan serangan agresif dari Timnas Suriah datang.

Menit ke-17, pemain Suriah memanfaatkan sisi kanan untuk menyerang, namun peluang tersebut belum membuahkan gol.

Timnas Suriah terus menggempur pertahanan Indonesia dan akhirnya berhasil mencetak gol pertama di menit ke-29.

Majd Manaf sukses memanfaatkan umpan silang dengan diving header yang mengarah tepat ke gawang, membuat Suriah unggul 1-0 atas tuan rumah.

Singkat cerita, hingga babak pertama usai, Timnas Indonesia kesulitan keluar dari tekanan, sementara Suriah tetap tampil solid dan disiplin dan kedudukan tetap 1-0 untuk Suriah.

Baca Juga: GILIRAN Jersey Tandang Timnas Indonesia DITUNGGU Minggu Depan, Sandy Walsh Beri Komentar WARNA PUTIH Jersey Punya KELAS Tersendiri

Asik Menyerang

Memasuki babak kedua, pelatih Indra Sjafri mencoba mengubah strategi dengan melakukan dua pergantian pemain.

Kaka dan Toni ditarik keluar dan digantikan oleh Aditya dan Afrisal.

Pergantian ini memberikan perubahan dalam pola serangan Timnas Indonesia yang mencoba tampil lebih menekan.

Namun, alih-alih asik menyerang, gawang Indonesia justru kembali kebobolan di menit ke-62.

Kali ini, melalui skema tendangan bebas, Anas Hussam melepaskan tembakan mendatar yang gagal diantisipasi kiper Ikram.

Gol ini mengubah skor menjadi 2-0 untuk keunggulan Suriah.

Afrisal Offside

Timnas Indonesia sempat mencetak gol balasan melalui Rizky Afrisal setelah tendangan kerasnya berhasil menjebol gawang Suriah.

Baca Juga: Punya Julukan VAANTJE dan GERALDINHO, Ini FAKTA MASA LALU Gerald Vanenburg yang Ditunjuk PSSI Tangani Timnas U-23 Indonesia

Namun, gol dianulir oleh wasit karena Afrisal sudah berada dalam posisi offside.

Di sisa waktu pertandingan, jual beli serangan terus terjadi di antara kedua tim. Meskipun demikian, skor 2-0 tetap bertahan hingga pertandingan usai.

Kesempatan Terakhir

Kekalahan ini membuat posisi Timnas Indonesia di klasemen Mandiri U-20 Challenge Series semakin terpuruk.

Setelah sebelumnya kalah 0-1 dari Yordania U-20, kini Skuad Garuda belum meraih satupun kemenangan di turnamen ini.

Sebaliknya, Timnas Suriah U-20 semakin menunjukkan dominasinya setelah sebelumnya mengalahkan India U-20 dengan skor telak 6-1.

Pertandingan berikutnya menjadi sangat krusial bagi Indonesia.

Pada 30 Januari 2025, Timnas Indonesia U-20 dijadwalkan menghadapi India U-20.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-20 GAGAL Hadapi Yordania, Peluang PENALTI Sia-sia, Nihil, Banyak Tembakan LEMAH

Laga ini akan menjadi kesempatan terakhir bagi skuad asuhan Indra Sjafri untuk meraih kemenangan dan memperbaiki posisi di klasemen.

Kekecewaan Suporter

Hasil buruk ini memicu kekecewaan suporter Timnas Indonesia. Meski bukan ajang resmi, mayoritas pendukung merasa kecewa dengan performa tim yang kurang maksimal.

Banyak kritik diarahkan kepada pelatih Indra Sjafri, terutama terkait strategi yang dianggap belum efektif.

Para suporter menyebut, Indra Sjafri dan Timnas Timnas U-20 Indonesia harus dievaluasi menyeluruh sebelum bertanding di Piala Asia U20 2025. ***