POJOKSATU.id - Timnas Indonesia dijadwalkan bertandang ke Myanmar untuk laga pembuka Grup B Piala AFF 2024.
Pertandingan ini akan berlangsung di Stadion Thuwunna, Yangon, pada Senin (9/12/2024).
Pelatih Shin Tae-yong perlu waspada, karena venue tersebut mencatatkan sejarah yang kurang menguntungkan bagi skuad Garuda.
Profil Stadion Thuwunna
Stadion Thuwunna, yang terletak di Yangon, Myanmar, merupakan stadion serbaguna yang sering digunakan untuk berbagai kompetisi sepak bola dan atletik nasional maupun internasional.
Dengan kapasitas mencapai 50.000 penonton, stadion ini menjadi pilihan utama tuan rumah untuk berbagai turnamen besar, termasuk ASEAN Cup 2024.
Lintasan lari delapan jalur di stadion ini merupakan yang pertama di Myanmar yang memenuhi standar IAAF.
Dibangun pada 1985 dengan bantuan pemerintah Jepang, stadion ini terus mengalami renovasi untuk menyelenggarakan acara-acara besar, termasuk Piala Asia AFC U-22 pada 2012, Kejuaraan AFF 2012, dan Pesta Olahraga Asia Tenggara 2013.
Faktor Lokasi Venue
Suporter Timnas Indonesia yang ingin memberikan dukungan penuh untuk skuad asuhan Shin Tae-yong, harus memiliki persiapan khusus untuk terbang ke stadion ini.
Bagi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Myanmar, memang bisa datang langsung ke Thuwunna Stadium. Sehingga bukanlah hal yang sulit.
Namun, bagi WNI yang ingin mendukung dari tanah air, perjalanan ke Myanmar memerlukan jalur penerbangan. Ini merupakan satu-satunya cara yang bisa dipilih untuk sampai ke sana. Tentu saja untuk mendapatkan tiket pesawat ke Myanmar, diperlukan waktu beberapa hari sebelumnya.
Salah satu rute penerbangan reguler adalah melalui Bandara Internasional Yogyakarta. Jadi, warga Indonesia yang ingin terbang ke Myanmar, harus pergi dulu ke Yogyakarta.
Kondisi ini membuat sepinya dukungan penonton di stadion tersebut. Timnas Indonesia, seolah bermain "sendiri" di kandang Myanmar itu. Hal yang mungkin juga dialami oleh tim lainnya, di luar tim tuan rumah Myanmar.
Tak hanya kondisi titik lokasi yang hanya bisa dicapai melalui jalan udara, kondisi iklim juga membuat suasana di stadion tersebut agak lain.
Myanmar memiliki iklim yang dipengaruhi oleh angin monsun yang tertahan di pegunungan, sehingga tidak dapat bergerak ke selatan.
Selain itu, massa udara dingin dari Asia Tengah membawa salju ke pegunungan utara Myanmar selama sekitar dua bulan setiap tahun.
Suhu di Myanmar bervariasi sepanjang tahun, tergantung pada ketinggian dan jarak dari laut.
Wilayah utara memiliki suhu dingin karena keberadaan Pegunungan Himalaya yang tinggi, sedangkan suhu rata-rata di bagian tengah cenderung lebih tinggi.
Rekor Timnas Indonesia di Stadion Thuwunna
Karena berbagai faktor itulah, Stadion Thuwunna memiliki catatan kurang baik bagi Timnas Indonesia.
Dalam beberapa laga sebelumnya, Indonesia kesulitan meraih hasil maksimal.
Pada 2016, Timnas Indonesia hanya mampu bermain imbang tanpa gol dalam laga uji coba melawan Myanmar di venue yang sama.
Kala itu, skuad Merah Putih diperkuat oleh Irfan Bachdim, Boaz Solossa, dan Andik Vermansah.
Selain itu, dalam turnamen resmi, hasil di Stadion Thuwunna juga kurang memuaskan.
Pada laga pertama Grup B melawan Kamboja, Timnas Indonesia hanya menang tipis 1-0.
Kemudian kalah telak 1-4 dari Thailand, bermain imbang tanpa gol melawan Timor Leste, dan menang tipis 1-0 atas Myanmar.
Statistik ini menjadi pengingat bagi pelatih Shin Tae-yong untuk berhati-hati dan tidak meremehkan lawan, meskipun Timnas Indonesia dianggap lebih unggul secara kualitas.
Asnawi Mangkualam dan rekan-rekan diharapkan tampil maksimal agar bisa membawa pulang hasil positif dari laga pembuka ini. ***

