POJOKSATU.id - Kevin Diks, Estella Raquel Loupattij, dan Noa Johanna Christina Cornelia Leatomu resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI) setelah melalui proses pengambilan sumpah kewarganegaraan di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kopenhagen, Denmark, pada Jumat (8/11/2024).
Ketiganya kini siap memperkuat tim nasional Indonesia dalam berbagai ajang.
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia mengesahkan kewarganegaraan mereka dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum, Cahyo M. Muzhar, serta disaksikan oleh pejabat terkait dan Duta Besar RI untuk Denmark, Dewi Savitri Wahab.
Selain Kevin Diks yang akan memperkuat timnas putra, Estella dan Noa Johanna akan bergabung dengan timnas putri.
Proses naturalisasi ini sebelumnya telah mendapat persetujuan dari Komisi X DPR RI dalam rapat kerja dengan Menpora Dito Ariotedjo. Keputusan ini juga disetujui oleh Komisi III DPR RI, sehingga ketiga pemain tersebut kini resmi menjadi bagian dari Timnas Indonesia.
Salah satu pemain yang menarik perhatian adalah Noa Johanna Christina Cornelia Leatomu alias Noa Johanna Leatomu. Lahir di Belanda pada 7 November 2003, Noa memiliki darah Indonesia dari ayahnya yang berasal dari Maluku.
Meski tumbuh besar di Belanda, Noa merasakan kedekatan dengan budaya Indonesia yang terus ia jaga dengan mempelajari bahasa dan tradisi tanah leluhurnya.
"Jadi, garis keturunan Indonesia saya berasal dari ayah. Ayah saya sepenuhnya adalah orang Indonesia," ujarnya menegaskan.
Noa menunjukkan minat besar pada berbagai olahraga sejak kecil, termasuk atletik, bulutangkis, dan tenis, namun akhirnya jatuh cinta pada sepak bola.
Ia kini berkarier sebagai pemain di klub Jong Fortuna Sittard, yang bermain di liga tertinggi sepak bola wanita Belanda, Vrouwen Eredivisie. Selain itu, ia juga pernah bermain di KRC Genk di Belgia sebagai bek sayap.
Karier sepak bola Noa dimulai pada tahun 2013 ketika ia bergabung dengan klub amatir di Belanda.
Setelah empat tahun, ia merambah ke Jerman dan bergabung dengan Alemannia Aachen, klub divisi dua, sebelum akhirnya kembali ke Belanda untuk bergabung dengan Jong Fortuna Sittard pada 2021.
Klub ini dikenal sebagai tempat pengembangan bakat muda, dan Noa pun menjadi salah satu pemain yang menunjukkan performa menjanjikan di divisi kedua liga Belanda.
Selain berkarier di sepak bola, Noa juga menempuh pendidikan di Maastricht University di Belanda, mengambil jurusan Biomedicine Science.
Meski sibuk dengan studi, ia tetap berdedikasi pada latihan sepak bola, meskipun terkadang harus absen dari latihan karena tugas kuliah.
"Saya berlatih tiga sampai empat kali seminggu, tetapi terkadang tugas kuliah membuat saya harus izin tidak mengikuti latihan," ungkapnya.
Ambisi besar Noa untuk membela Timnas Indonesia ditunjukkannya dengan antusias. "Iya, saya ingin banget. Kalau ada kemungkinan ikut bergabung di Skuad Indonesia," katanya.
Ia bercita-cita membawa Indonesia ke ajang internasional, dengan harapan bisa mencapai prestasi tinggi seperti lolos ke Piala Asia dan meraih posisi tiga besar.
Dengan pengalaman bermain di Eropa, Noa berharap dapat berkontribusi bagi perkembangan sepak bola Indonesia dan memberikan dampak positif bagi tim yang akan ia bela. Ayahnya, jadi sosok inspiratif, terus mendukungnya untuk menggapai mimpi dan mewujudkan ambisinya bersama Timnas Indonesia. ***
#Ikuti aplikasi berita [Pojok Satu] di Play Store dan App Store: [Android] dan [iOS] untuk mendapatkan informasi terbaru.

