POJOKSATU.id – Sven-Goran Eriksson adalah pelatih hebat pada masanya, dia melatih berbagai klub elit di Benua Eropa, Eriksson lahir di Swedia pada tanggal 5 Februari 1948.

Sebelum menjadi pelatih Sven-Goran Erikson pernah menjadi pemain sepak bola, namun kariernya tidak mentereng ketika menjadi manager.

Awal karier kepelatihan Sven-Goran Eriksson dimulai dengan klub Swedia, Degerfors IF, di mana ia mulai membangun reputasinya sebagai pelatih berbakat.

Baca Juga: Prediksi Liga Champions 28-29 Agustus, Siapa Pemilik 7 Tiket Terakhir ke Babak Utama?

Kesuksesannya di Swedia membawanya ke panggung yang lebih besar di Italia, di mana ia mengasah kemampuannya di Serie A, salah satu liga paling kompetitif di dunia.

Eriksson kemudian menangani klub-klub besar seperti AS Roma, Fiorentina, Sampdoria, dan Lazio.

Di Lazio, ia mencapai puncak kariernya dengan memenangkan berbagai gelar, termasuk Serie A, memperkokoh namanya sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh di sepak bola Eropa.

Baca Juga: Man City dan Al Hilal Sudah Deal Soal Harga Joao Cancelo, Tawaran Gaji Bersih Rp260 Miliar per Tahun

Kehebatan Eriksson menjadi buah bibir di dunia, Asosiasi sepak bola Inggris (FA) kemudian menawarkan kursi pelatih Timnas Inggris untuk menjadi pengganti Kevin Keegan yang saat itu sedang dalam tren menurun.

Dalam sejarah sepak bola Inggris, Sven-Goran Eriksson mencatatkan namanya sebagai pelatih pertama dari kewarganegaraan lain yang dipercaya menangani tim nasional.

Pada tahun 2001, Sven-Goran Eriksson beruntung mendapatkan skuad Inggris yang luar biasa, yang kemudian dikenal sebagai "Generasi Emas."

Baca Juga: Dukung Maybank Marathon 2024, AQUA Serukan Gaya Hidup Sehat den Peduli Lingkungan

Skuad ini terdiri dari pemain-pemain berbakat seperti David Beckham, Wayne Rooney, Frank Lampard, dan Steven Gerrard nama-nama besar yang menjadi ikon sepak bola dunia.

Dengan kehadiran bintang-bintang ini, harapan tinggi diletakkan di pundak Eriksson untuk membawa Inggris meraih kejayaan di panggung internasional.

Saat menangani tim berjuluk The Three Lions, dia menghadapi tantangan besar untuk memenuhi ekspektasi tinggi yang ada.

Meskipun memiliki skuad bertabur bintang, Eriksson tidak mampu membawa Inggris meraih hasil maksimal dalam tiga turnamen besar yang diikutinya.

Di Piala Dunia 2002, Euro 2004, dan Piala Dunia 2006, Inggris hanya mampu melaju hingga perempat final.

Baca Juga: Doddy Sudrajat Pamer Foto Menikah Lagi, Ayah Almarhumah Vanessa Angel : Alhamdulillah Sah

Meskipun demikian, prestasi ini tetap diingat sebagai salah satu pencapaian penting, meski masih menyisakan kekecewaan di hati para penggemar yang berharap lebih.

Sven-Goran Eriksson akhirnya mewujudkan impian masa kecilnya ketika ia berdiri di pinggir lapangan Anfield sebagai manajer Liverpool, meskipun hanya dalam pertandingan amal.

Mengelola tim legendaris di stadion bersejarah itu adalah momen yang sangat berarti baginya. "Itu adalah hari yang indah," kata Eriksson penuh emosi setelah pertandingan.

Pada tahun 2024, Sven-Goran Eriksson menghadapi cobaan berat dalam hidupnya ketika divonis menderita kanker pankreas stadium akhir.

Menyadari kondisi kesehatannya, Eriksson memutuskan untuk meninggalkan aktivitas di dunia olahraga, sebuah keputusan yang tak mudah bagi seseorang yang telah mendedikasikan hidupnya untuk sepak bola.

Pada tanggal 26 Agustus 2024, dunia sepak bola kehilangan salah satu sosok ikoniknya, Sven-Goran Eriksson, yang meninggal dunia di usia 76 tahun.

Eriksson, yang dikenal luas karena keahliannya dalam mengelola tim-tim papan atas dan karier manajerial yang gemilang, meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah olahraga ini.***