POJOKSATU.ID – Pemkab Bogor menegaskan komitmennya terhadap keterbukaan dan partisipasi publik dalam pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menyusul beredarnya video di media sosial terkait dugaan menu tidak layak konsumsi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cijayanti 03.

DKP Bogor bersama unsur Kecamatan Babakan Madang dan Puskesmas Cijayanti klarifikasi sekaligus meninjau langsung ke lokasi SPPG pada Kamis, 18 Desember 2025.

Baca Juga: Kabar Gembira! Wali Kota Depok Serahkan SK ke 7.036 PPPK Paruh Waktu di Stadion Merpati

Langkah ini dilakukan tidak hanya untuk memastikan keamanan pangan, tetapi juga sebagai bentuk respons terhadap aspirasi orang tua siswa.

Kepala DKP Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, menegaskan, masukan masyarakat diposisikan sebagai bagian penting perbaikan layanan pemenuhan gizi anak sekolah.

“Makanan olahan tidak boleh hanya mempertimbangkan harga, tetapi harus memenuhi aspek keamanan, mutu, dan standar gizi,” ujarnya.

Baca Juga: Geger Dugaan Bom di Depan Gereja GKPS Bandung, Polisi Sterilkan Lokasi

Dari hasil pemeriksaan di lapangan, tim tidak menemukan bukti visual terkait dugaan buah busuk sebagaimana dalam video yang beredar.

Menu yang dipersoalkan merupakan makanan kering yang didistribusikan sehari sebelumnya dan dinilai masih dalam kondisi layak konsumsi.

Meski demikian, Teuku Mulya menegaskan bahwa perhatian pemerintah tidak berhenti pada klarifikasi semata.

Baca Juga: WFA Nataru 2025 Diberlakukan 29–31 Desember, Pemerintah Tegaskan Tak Potong Cuti dan Upah

Aspirasi orang tua mengenai variasi menu dan preferensi anak sekolah justru menjadi catatan penting dalam evaluasi program.

“Aspirasi orang tua agar menu MBG bervariasi dan disukai anak, sehingga makanan tidak terbuang dan benar-benar dikonsumsi, Ini jadi perhatian SPPG” ujarnya.

DKP juga mendorong penguatan Standar Operasional Prosedur (SOP) mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, hingga distribusi makanan.

Menurut Teuku Mulya, aspek keamanan, mutu, dan standar gizi harus menjadi prioritas utama, termasuk pada produk olahan.

Selain itu, Pemkab Bogor mendorong pemanfaatan pangan segar lokal dan makanan tradisional sebagai bagian dari menu MBG.

Baca Juga: LOWONGAN KERJA BCA 2025! Relationship Officer Program Dibuka untuk Lulusan S1 dan S2

Hal itu dinilai lebih sehat sekaligus berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kecamatan Babakan Madang akan memfasilitasi pertemuan antara pengelola SPPG dan orang tua siswa yang mengunggah video.

Guna membuka ruang dialog langsung dan membangun komunikasi yang konstruktif.

“Kami berkomitmen menjaga kualitas, keamanan, dan keberlanjutan program pemenuhan gizi anak-anak, merawat komunikasi yang baik dengan masyarakat,” tutup Teuku.***