POJOKSATU.ID – Akses vital warga di dua kabupaten kembali menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Bogor.
Hal itu dikarenakan jembatan bambu penghubung Desa Cikutamahi (Bogor) dan Desa Medalsari (Karawang) hanyut diterjang arus Sungai Ciomas di Cariu.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, langsung memerintahkan jajaran untuk mengambil langkah cepat demi memastikan mobilitas warga tidak terhenti terlalu lama.
Baca Juga: Subsidi Bocor ke Kaum Tajir? Purbaya Beberkan Fakta Masih Ada Orang Kaya Dapat Bantuan Pemerintah
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengungkapkan bahwa dirinya menerima instruksi langsung dari Bupati Rudy.
Untuk segera menyiapkan pembangunan jembatan pengganti yang lebih kuat, aman, dan bersifat permanen.
“Atas arahan Bupati, kami bergerak cepat menyiapkan pembangunan jembatan pengganti yang lebih kuat dan aman,” kata Ajat dilansir dari @bogor.istimewa, Jum’at, 5 Desember 2025.
Baca Juga: Tekiro Mechanic Competition 2026 Resmi Diluncurkan, Target Libatkan 100 Ribu Siswa SMK Otomotif
Pemerintah memastikan tak ada lagi jembatan dari bambu, melainkan jembatan rawayan yang kokoh dan tahan terhadap cuaca ekstrem.
Meski jembatan tersebut berada di wilayah dua kabupaten, Pemkab Bogor menyatakan siap memimpin proses pembangunan.
Komitmen ini diambil agar warga di dua desa tidak terus terisolasi akibat putusnya jalur penghubung mereka.
Baca Juga: Miris! Guru PPPK Grobogan Hanya Digaji Rp 300 Ribu Per Bulan, Ini Penjelasan Resminya!
Ajat mengakui bahwa terdapat kendala administratif terkait kewenangan lintas kabupaten.
Namun hal itu tidak menghalangi rencana pembangunan, karena pemerintah sedang menyiapkan skema pendanaan melalui Corporate Social Responsibility (CSR).
Agar proyek dapat segera direalisasikan tanpa menunggu panjang mekanisme anggaran.
Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan pembangunan jembatan darurat permanen ini bisa segera dimulai dan diselesaikan dalam waktu cepat.
Langkah cepat ini diharapkan mengembalikan konektivitas dan aktivitas masyarakat yang selama ini bergantung pada jembatan tersebut untuk bekerja, sekolah, hingga kegiatan ekonomi harian.***

