POJOKSATU.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mencatat capaian penting pada tahun 2025 dengan menurunnya angka kemiskinan secara signifikan.
Persentase penduduk miskin berhasil ditekan hingga 6,25 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Barat 7,46 persen dan tingkat nasional 9,63 persen.
Kepala Bappedalitbang, Bambam Setia Aji, menyebut meski jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bogor terbesar di Jawa Barat, persentasenya tetap tergolong rendah.
Baca Juga: Gibran Hadiri G20 Saat Trump Boikot dan Xi Absen, Indonesia Jadi Penyeimbang Baru?
Kondisi ini dipengaruhi jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang sangat besar, diperkirakan mencapai lebih dari 6 juta jiwa di tahun 2025 menurut DTSEN.
“Walaupun penduduk miskin 446.790 orang dari 6 juta jiwa, rasio kemiskinan kab. Bogor tetap lebih rendah dari provinsi dan nasional,” ungkapnya, dilansir Jum’at, 21 November 2025.
Ia menambahkan bahwa dalam lima tahun terakhir, sekitar 120 ribu penduduk telah berhasil keluar dari kategori miskin, dengan rata-rata 24 ribu orang per tahun.
Baca Juga: Simak! 5 Dampak Besar Jika TPG Benar-Benar Dibayar Bulanan Tahun Depan
Capaian ini dinilai sebagai bukti efektivitas berbagai program pengentasan kemiskinan yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah.
Salah satu program utama yang berkontribusi besar adalah perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu).
Pada tahun 2025, Pemkab Bogor menargetkan perbaikan 3.406 unit Rutilahu untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga kurang mampu.
Baca Juga: Sistem TPG 2026 Dirombak Besar-Besaran? Ini Penjelasan Lengkap yang Wajib Anda Tahu
Program ini dijalankan bersama Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Bogor yang memiliki total alokasi anggaran capai Rp700 miliar pada 2025.
“Dengan penguatan koordinasi dan anggaran yang memadai, intervensi pemda diharapkan tepat sasaran dan mampu menekan kemiskinan secara berkelanjutan,” katanya.
Dengan tren penurunan yang konsisten, Pemkab Bogor menegaskan komitmennya untuk terus memperluas program perlindungan sosial.
Juga pemberdayaan ekonomi agar masyarakat miskin semakin berdaya dan sejahtera.***

