POJOKSATU.ID - Kabupaten Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam pembangunan berkelanjutan.
Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, hadir mewakili Bupati Bogor dalam penjurian Top 5 Kabupaten/Kota peserta Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) 2025.
Kegiatan tersebut berlangsung di Graha Surveyor Indonesia, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Senin, 17 November 2025.
Baca Juga: Cek Sekarang! Daftar Penerima Rapel Gaji & Pensiunan Rp48 Triliun Resmi Diumumkan Menkeu
Ajat memaparkan inovasi unggulan daerah berjudul Pengembangan Ekosistem Ketahanan Pangan Berkelanjutan melalui Taman B2SA Digital.
Inovasi ini terintegrasi dengan aplikasi NGUPAHAN sebagai penguat layanan dan pemantauan program.
Aplikasi ini memanfaatkan teknologi untuk mengelola sampah makanan secara menyeluruh.
Baca Juga: CPNS 2026 Belum Resmi Dibuka, tapi BKN Bocorkan 3 Sistem Baru yang Ubah Total Cara Seleksi
Mulai dari proses ngabagi (memilah), ngubah (mengolah), hingga ngurai (menguraikan), agar dimanfaatkan sebagai bahan kompos maupun dukungan bagi urban farming masyarakat.
Program tersebut dikembangkan oleh Pemkab Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan sebagai langkah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan teknologi.
Aplikasi NGUPAHAN menjadi platform edukasi sekaligus alat monitoring yang membantu masyarakat mempraktikkan pengelolaan sampah organik dari rumah.
Ajat mengatakan bahwa inovasi ini sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Bogor menuju daerah yang lebih tangguh dalam menghadapi tantangan pangan.
“Dengan teknologi yang tepat, masyarakat dapat terlibat aktif menjaga keberlanjutan pangan,” kata Ajat saat presentasi.
Selama proses penjurian, Ajat turut didampingi oleh Kepala Bappedalitbang dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor.
I-SIM adalah kompetisi nasional yang menilai inovasi daerah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Seperti sektor lingkungan, sosial, hingga tata kelola pemerintahan.
Masuk finalis Top 5 menjadi pencapaian penting bagi Kabupaten Bogor, sekaligus menunjukkan konsistensi daerah menghadirkan solusi inovatif untuk keberlanjutan.***

