POJOKSATU.ID - Dari lapangan sederhana di Ciseeng, sekelompok atlet disabilitas menunjukkan arti sesungguhnya dari perjuangan.

Mereka tergabung dalam Persakabo, tim sepak bola amputasi yang bermain dengan tongkat khusus namun bersemangat layaknya pemain profesional.

Olahraga ini bukan sekadar hobi, tapi wadah untuk membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti.

Baca Juga: Gubernur Andra Soni Jenguk Korban Perampokan Warga Baduy di Jakarta

Di bawah naungan World Amputee Football (WAF) dan Asian Amputee Football (AAF), para pemain dari Bogor kini berpeluang menembus level nasional hingga internasional.

Meski terkendala fasilitas dan biaya mulai dari lapangan latihan hingga tongkat yang mahal mereka tetap berlatih rutin dan berkeliling desa mencari dukungan.

“Kami mungkin kehilangan kaki, tapi nggak pernah kehilangan mimpi,” ujar salah satu pemain, dikutip dari instagram @kutaudayawangsa, Sabtu, 08 November 2025.

Baca Juga: Wagub Jabar: Cinta Rupiah Adalah Bentuk Nyata Cinta Tanah Air

Upaya mereka mulai berbuah. Tim Persekabo kini dikenal di berbagai turnamen amputasi dan jadi inspirasi banyak orang.

Dari lapangan kecil di Ciseeng, mereka membuktikan bahwa semangat tak pernah mengenal batas.***