POJOKSATU.ID - Kabupaten Bogor mencatat pencapaian tertinggi dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara nasional.

Dari target 500 titik, sudah terealisasi lebih dari 435 titik di berbagai wilayah, mulai dari pasar hingga pelosok desa.

Program Pemkab Bogor ini tak sekadar jual bahan pokok murah, tapi juga berjalan rutin, tertib, dan berkelanjutan.

Baca Juga: Purbaya Wanti-Wanti Bank Pelaksana KUR, Jangan Jadikan Program Rakyat Ladang Cuan!

Bahkan, skala pelaksanaannya kini disebut setara dengan program tingkat kementerian, dengan anggaran mencapai Rp500 miliar.

Dampak Gerakan Pangan Murah ini juga terasa nyata bagi masyarakat.

Harga bahan pokok menjadi lebih stabil, petani dan UMKM lokal terbantu, serta warga bisa berbelanja dengan tenang tanpa khawatir lonjakan harga.

Baca Juga: Lagi, Gubernur Tersandung Suap, Mengapa Kepala Daerah Tak Kapok?

“Semua ikut bergerak menjaga stabilitas pangan dan ekonomi daerah,” tulis keterangan @kotaudayawangsa dalam unggahan di Instagram, Rabu, 06 November 2025.

Keberhasilan ini menandai Kabupaten Bogor naik kelas dalam ketahanan pangan dan jadi contoh nasional pengendalian inflasi berbasis partisipasi warga.***