POJOKSATU.ID — Dinas kesehatan kabupaten bogor berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan publik melalui penerapan sistem antrean digital di RSUD.

Sistem antrean digital bertujuan untuk mengurangi waktu menunggu bagi pasien dan menyederhanakan akses untuk layanan kesehatan yang lebih efisien.

Saat ini, sistem antrean digital bernama Chup.id sedang dalam tahap percobaan di RSUD Bakti Pajajaran Cibinong.

Baca Juga: Menteri Sosial Pastikan Bansos Akan Tepat Sasaran Penerima Manfaat

Kepala dinas kesehatan, dokter fusia meidiawaty, menerangkan penerapan sistem ini merupakan langkah lanjutan dari visi bupati bogor, Rudy Susmanto, untuk mempercepat proses digitalisasi dalam layanan publik, utamanya di sektor kesehatan.

"Melalui sistem ini, pasien dapat mendaftar antrean secara daring, sehingga mengurangi kerumunan dan mencegah antrean yang terlalu lama di rumah sakit," ucap dr. Fusia.

"Pelaksanaan digitalisasi ini sejalan dengan niat Bupati Rudy untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang cepat, mudah, dan tanpa hambatan administrasi bagi masyarakat Kabupaten Bogor," tambahnya.

Baca Juga: Pengangkatan CPNS Diundur hingga Oktober 2025, Ini Alasan dan Dampaknya bagi Peserta

Sistem Chup.id tidak akan menggantikan sistem antrean yang telah ada, namun akan menjadi peningkatan yang memberikan kemudahan bagi pasien.

Selain di RSUD bakti pajajaran, sistem antrean digital akan dikenalkan di tiga RSUD lainnya, yaitu RSUD Dr. KH Idham Chalid di Ciawi, RSUD R. Moh. Noh Nur di Leuwiliang, dan RSUD RH. Satibi di Cileungsi.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan pentingnya pemerataan dalam layanan kesehatan dan percepatan pembangunan infrastruktur kesehatan di daerah tersebut.

Baca Juga: ASN Wajib Simak Imbauan Ini, BKN: Tidak Ada Layanan yang Diproses melalui Pejabat Tertentu

Selain digitalisasi, Pemerintah Kabupaten Bogor juga bekerja sama dengan sektor swasta dan organisasi sosial untuk meningkatkan akses layanan kesehatan, termasuk program operasi katarak dan pembangunan RSUD Parung.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor yang baru, Denny Achmad, menyatakan siap mendukung kemajuan daerah, termasuk dalam kesehatan.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara perpisahan dengan Kajari sebelumnya, Dr. Irwanuddin Tadjuddin.

Baca Juga: NIP PPPK Sudah 90 Persen Terbit tapi SK Pengangkatan Masih Tersendat, Ini Penjelasan Pemerintah!

"Saya datang ke Kabupaten Bogor bukan untuk mengajarkan, tetapi untuk belajar bersama dan berkolaborasi demi kemajuan Kabupaten Bogor," ungkap Denny Achmad. 

"Mudah-mudahan kehadiran kami dapat diterima dan memberikan dampak positif bagi pembangunan dan penegakan hukum di Kabupaten Bogor," tambahnya.

Adanya inovasi digitalisasi dan dukungan dari berbagai pihak, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap semua masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan yang modern, inklusif, dan berkualitas tanpa harus menghadapi antrean panjang atau birokrasi yang rumit.***