POJOKSATU.id - Ditemukannya bunga bangkai di sekitar pekarangan rumah warga, kerap terjadi.
Terbaru, kegegeran itu terjadi di sekitar warga Gang Binaan RT 5 RW 4, Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Di salah satu rumah warga, muncul bunga bangkai yang berdiameter sekitar 60 centimeter dan tiba-tiba mengejutkan karena baru diketahui setelah mekar dan menebarkan aroma bau bangkai tikus.
Warga pun sontak berbondong-bondong ingin menyaksikan bunga khas tersebut.
Hasan Basri, pemiliknya baru menyadari bunga itu ternyata sudah tumbuh begitu lama di pekarangannya. Sekurang dua tahun lalu sudah ada di area rumah Hasan.
"Dari dulu bentuknya menguncup saya kira talas atau ubi. Tapi lama kelamaan berkembang seperti bentuk payung. Baru sepekan kemarin mekar dan akhirnya mengeluarkan bau bangkai," ungkap Hasan.
"Kalo mekarnya sempurna mah kemarin pukul 16:30 WIB. Awalnya kaya bambu muda kaya rebung gitu. Kirain bukan bunga ini [bunga bangkai]," lanjutnya.
Ia mengaku kaget dan baru sadar bahwa tanaman tersebut adalah bunga bangkai.
Baca Juga: Menelusuri Sejarah dan Fakta Menarik Kebun Raya Bogor, Simak Selengkapnya!
Peneliti Araceae dari Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya Bogor Dra. Yuzammi, M.Sc pernah mengungkapkan, bahwa tanaman sejenis itu memang sering ditemukan di pekarangan rumah warga dan termasuk salah satu anggota dari bunga bangkai, yaitu Amorphophallus paeoniifolius atau warga lokal menyebutnya suweg.
“Jenis ini bisa ditemukan tumbuh di mana-mana, di seluruh Indonesia. Karena memang tidak termasuk tanaman langka,” ujar Yuzammi seperti dilansir dari Kompas saat penemuan bunga bangkai di pekarangan rumah warga Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan tahun 2021.
Yuzammi menjelaskan jumlah bunga bangkai atau Amorphophallus di Indonesia saat ini ada sekitar 26 jenis dari 220 jenis yang ada di dunia.
Ia juga menyebut bunga jenis itu tidak semua mengeluarkan bau. Bau bangkai yang kerap tercium itu merupakan pertanda bahwa bunga betina telah matang dan siap dibuahi.
“Bila dalam kondisi berdaun, maka tidak akan ada tercium bau bangkai sama sekali,” tambah Yuzammi.
Agar pembuahan dapat terjadi, diperlukan kehadiran serangga atau lalat hijau. Untuk menarik mereka, bunga bangkai perlu mengeluarkan aroma yang mirip dengan bau bangkai, yang disukai oleh lalat.
Hal serupa terjadi pada bunga bangkai yang kini menjadi tontonan menarik di Tanah Sareal itu.
Diceritakan Dian (41), saat pertama kali ia melihat bunga tersebut mekar, ada banyak lalat mengerubuti sekitar bunga.
"Kemaren sore ngelihat mah, banyak lalat di atasnya. Awalnya nggak pernah lihat, padahal sering lewat, tapi kelihatannya kemarin pas udah mekar," tutur Dian. ***

