POJOKSATU.id - Berita terbaru mencatat bahwa beredar surat edaran palsu yang menyinggung rencana pendataan untuk mendapatkan gas elpiji 3 kilogram (kg) di Kabupaten Bogor.
Surat edaran tersebut diduga menggunakan nama-nama besar seperti Kementerian ESDM, PT Pertamina (Persero), dan PT Pertamina Patra Niaga.
Meskipun demikian, PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga membantah informasi tersebut dan menyatakan bahwa surat edaran tersebut tidak memiliki dasar dan merupakan hoaks.
Pjs. Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Regional, JBB Joevan Yudha Achmad telah memastikan bahwa informasi yang beredar tidak benar, dan masyarakat diminta untuk waspada terhadap upaya penipuan yang menggunakan nama PT Pertamina (Persero).
Baca Juga: Pertamina Resmi Turunkan Harga BMM Mulai Tanggal 1 November 2023, Cek Harganya!
Achmad juga mengingatkan agar tidak memberikan dokumen pribadi, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), kepada oknum yang tidak resmi dari perusahaan tersebut.
Pertamina menghimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati terhadap keamanan data pribadi mereka. Sebagai tindakan pencegahan, masyarakat diminta untuk tidak memberikan informasi pribadi kepada pihak yang tidak resmi dan untuk memverifikasi setiap informasi yang diterima dari pihak yang mengatasnamakan PT Pertamina (Persero).
Bukan hanya surat edaran palsu yang beredar, tetapi juga informasi terkait surat tugas atas nama PT Amanah Mandiri Berkah yang diduga ditugaskan untuk melakukan pendataan di wilayah Bogor.
Surat tugas tersebut mengklaim bahwa petugas akan mendatangi rumah-rumah warga satu per satu untuk meminta data KTP dan nomor telepon terkait pembelian tabung gas 3kg.
Masyarakat perlu menyadari bahwa informasi tersebut tidak memiliki dasar resmi, dan tindakan pendataan seperti yang diinformasikan dalam surat tugas tersebut tidak terkait dengan kebijakan resmi pemerintah atau perusahaan gas bersangkutan.
Oleh karena itu, diharapkan agar masyarakat tidak memberikan informasi pribadi mereka kepada pihak yang tidak jelas dan selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima.
Jika ada kekhawatiran atau ketidakpastian, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Center 135 untuk memverifikasi kebenaran informasi terkait produk, layanan, dan program subsidi tepat.***

