POJOKSATU.id - Mengapa saldo rekening selalu menipis sebelum akhir bulan? Pertanyaan klasik ini kerap menghantui para pekerja, baikyang menerima gaji tetap bulanan atau berpenghasilanfluktuatif.

Masalahnya sering kali bukan pada nominal pemasukan, melainkan kegagalan dalam menyusun skala prioritas yang realistis.

Agar jerih payah tidak menguap begitu saja, sangat pentingmengetahui cara membuat anggaran bulanan sesuai polapendapatan. Simak penjelasan selengkapnya di artikel ini.

Cara Membuat Anggaran Bulanan

Manajemen keuangan keluarga atau pribadi membutuhkanpendekatan fleksibel dan adaptif yang disesuaikan denganpola arus kas masing-masing profesi.

Nah, berikut ini adalah beberapa cara membuat anggaranbulanan yang realistis untuk jangka panjang bagi karyawanmaupun freelancer.

1. Evaluasi Riwayat Pengeluaran

Sebelum membagi uang ke dalam pos-pos finansial, sebaiknya ketahui pengeluaran selama ini. Bukalah riwayatmutasi rekening atau aplikasi pencatat keuangan selama 3 bulan terakhir.

Apabila kamu seorang karyawan berpendapatan tetap, perhatikan pengeluaran impulsif pasca-gajian yang kerapmenjadi “bocor halus”. 

Bagi freelancer, hitung rata-rata pengeluaran bulanan paling minimum untuk bertahan hidup. Langkah ini penting agar tidak membuat target anggaran terlalu muluk dan gagal di tengah jalan.

2. Tetapkan Rumus Alokasi yang Adaptif

Setelah mengetahui angka riwayat tersebut, cara membuatanggaran bulanan adalah dengan menerapkan formula yang sesuai dengan jenis profesi.

Untuk karyawan, cobalah pakai metode 50/30/20. Begitumenerima gaji, potong 50% dana untuk kebutuhan pokok, 30% keinginan, serta 20% tabungan/investasi. 

Dikarenakan memiliki pendapatan pasti, sistem persentase iniakan mengunci uang agar tidak habis untuk gaya hidup saja.

Untuk freelancer, gunakan metode anggaran dasar (baseline budgeting). Amankan nominal biaya hidup minimum terlebihdahulu. 

Jika bulan ini mendapatkan proyek besar, maka simpankelebihannya sebagai “dana penahan” (buffer fund) di rekening terpisah untuk menutupi bulan-bulan berikutnyaketika sepi proyek.

3. Eksekusi dan Otomatisasi

Kunci dari anggaran realistis agar tidak jebol adalahpemisahan fisik. Jadi, lebih baik untuk tidak menyatukan uang belanja dan dana investasi dalam satu rekening yang sama.

Sebab, psikologi manusia cenderung akan menghabiskannya. Apabila tersedia, manfaatkan fitur autodebit atau langsungtransfer pos tabungan di awal bulan begitu uang gaji masuk.

Kemudian, lindungi simpanan jangka panjang dari risikoketidakpastian ekonomi maupun inflasi denganmengalokasikannya ke instrumen pelindung nilai, sepertiemas.

Kelola Finansial Lebih Mudah dan Tanpa Stres di Tring! by Pegadaian

Menyusun rencana keuangan yang realistis bagi karyawan dan freelancer saat ini terasa jauh lebih mudah jika didukung oleh sistem yang tepat.

Untuk membantu dalam memantau arus kas harian sekaligusmengunci dana masa depan secara disiplin dan praktis, tentudibutuhkan asisten digital yang andal.

Dalam hal ini, aplikasi Tring! by Pegadaian hadir sebagaisolusi yang memungkinkan pengguna menempatkan sebagiandana ke instrumen emas, tepatnya pada layanan Tabungan Emas.

Prosesnya mudah dan transparan. Bahkan, dapat dimulai darinominal kecil, yaitu Rp10 ribuan saja. Aplikasi Tring! by Pegadaian sepenuhnya bisa diakses kapan saja lewat ponsel.

Terlebih, Pegadaian telah memiliki izin resmi dari OtoritasJasa Keuangan sehingga legalitasnya terjamin. Yuk, unduhaplikasinya dan mulai bangun sistem keuangan yang tangguhsekarang! ***