POJOKSATU.id, Bandung – Bank Mandiri menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak bencana longsor di Kampung Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Langkah ini menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap upaya penanganan dan pemulihan pascabencana yang terjadi pada 24 Januari lalu.

Peristiwa longsor tersebut menyebabkan ratusan warga mengungsi serta mengganggu sejumlah akses transportasi di wilayah sekitar.

Kondisi tersebut menuntut respons cepat guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

Regional CEO Bank Mandiri Region VI/Jawa Barat, Nila Mayta Dwi Rihandjani, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan melalui sinergi relawan Mandirian dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat.

Bantuan yang disalurkan mencakup 1.500 kilogram beras, 120 liter minyak goreng, 2.400 bungkus makanan siap saji, serta gula pasir, sarden, dan teh celup.

“Kami memperkuat koordinasi dengan BPBD Kabupaten Bandung Barat agar distribusi bantuan dapat dilakukan secara cepat dan aman. Dalam situasi darurat, sinergi lintas instansi menjadi kunci utama,” ujar Nila dalam keterangan resminya, Rabu (28/1).

Penyaluran bantuan dilakukan melalui posko dan titik-titik pengungsian dengan pendampingan BPBD.

Meski sempat terkendala kondisi cuaca dan akses jalan, tim di lapangan tetap memastikan distribusi berjalan melalui jalur alternatif dengan dukungan aparat daerah.

“Beberapa jalur distribusi terdampak cuaca, namun kami memastikan bantuan tetap tersalurkan kepada warga yang membutuhkan. Prioritas kami adalah kebutuhan dasar masyarakat terdampak,” kata Nila.

Selain menyalurkan bantuan logistik, relawan Mandirian juga terlibat dalam operasional posko, mendukung proses evakuasi, serta membantu koordinasi di lapangan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bank Mandiri yang difokuskan pada wilayah rawan bencana.

Bank Mandiri menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat terdampak melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya, sekaligus memantau perkembangan situasi guna menyiapkan dukungan lanjutan bila diperlukan.