POJOKSATU.id, Jakarta – Bank Mandiri menegaskan perannya sebagai agen pembangunan dengan memperkuat dukungan terhadap ekonomi kerakyatan dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sebagai BUMN, Bank Mandiri aktif bersinergi dengan pemerintah melalui berbagai program strategis yang menyasar penguatan ekonomi desa hingga peningkatan daya saing UMKM.

Dukungan tersebut dijalankan secara berkelanjutan melalui pendekatan terintegrasi, mulai dari pembiayaan inklusif, pendampingan usaha, hingga pengembangan ekosistem keuangan yang memungkinkan UMKM tumbuh lebih produktif dan kompetitif.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyatakan bahwa penguatan ekonomi kerakyatan merupakan mandat perseroan sebagai mitra strategis pemerintah.

Dengan dukungan yang terukur dan berkelanjutan, Bank Mandiri berupaya menghadirkan dampak nyata bagi pelaku usaha dan perekonomian masyarakat.

“UMKM adalah pilar utama ekonomi kerakyatan. Karena itu, Bank Mandiri mengintegrasikan pembiayaan, pendampingan, dan penguatan ekosistem agar kapasitas usaha UMKM terus meningkat,” ujar Riduan dalam keterangan resmi, Jumat (23/1).

Untuk memastikan pemerataan manfaat pembangunan hingga tingkat desa, Bank Mandiri aktif berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA).

Kolaborasi ini terintegrasi dengan program strategis nasional seperti Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta Program Makan Bergizi Gratis.

Hingga kini, Bank Mandiri telah membuka lebih dari 3.700 rekening tabungan BUMDES dan BUMDESMA, mengelola lebih dari 4.700 rekening KDKMP, serta menyalurkan kredit kepada 147 mitra pelaksana Program Makan Bergizi Gratis.

Dukungan tersebut bertujuan memastikan kelancaran transaksi, tata kelola keuangan, dan keberlanjutan program di tingkat desa.

Pemberdayaan masyarakat desa juga diperkuat melalui program Mandiri Sahabat Desa, yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan, literasi keuangan, dan pengembangan keterampilan.

Program ini telah menjangkau lebih dari 1.000 kepala keluarga di ratusan desa.

Implementasi program mencakup pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan pendidikan dan kesehatan, hingga penguatan infrastruktur desa, dengan penerima manfaat antara lain 800 orang pada program ekonomi desa, 500 penerima manfaat penanggulangan stunting, 350 penerima peningkatan sarana desa tertinggal, serta 100 penerima manfaat pemberdayaan kelompok masyarakat perkebunan.

Sejalan dengan upaya tersebut, Bank Mandiri terus memperluas akses pembiayaan UMKM.

Sepanjang Januari hingga November 2025, penyaluran kredit UMKM mencapai Rp74,9 triliun.

Capaian ini ditopang strategi jemput bola melalui optimalisasi Mandiri Agen.

Layanan Laku Pandai yang didukung Aplikasi Mandiri Agen dan EDC Mini ATM ini telah melayani lebih dari 3,5 juta nasabah dengan total 65 juta transaksi hingga Desember 2025.

Untuk mendukung kebutuhan transaksi UMKM, Bank Mandiri juga mengoptimalkan layanan Livin’ Merchant, aplikasi point of sales terintegrasi yang kini telah digunakan lebih dari 3 juta pelaku usaha.

Pembinaan UMKM agar naik kelas turut dijalankan melalui program Rumah BUMN.

Program ini mendorong modernisasi, digitalisasi, perluasan akses marketplace, hingga pembukaan peluang pasar internasional.

Hingga saat ini, lebih dari 7.900 pelaku UMKM telah merasakan manfaatnya.

Selain itu, Bank Mandiri mendorong peningkatan daya saing UMKM melalui Mandiri Mikro Fest (MMF) dan Program UMKM Melangkah Menuju Pasar Global, yang diikuti 561 pelaku usaha.

Mayoritas peserta berasal dari sektor Food & Beverage sebesar 55 persen serta Fashion dan Craft sebesar 38 persen, sejalan dengan potensi unggulan ekonomi desa.

Ke depan, Bank Mandiri memastikan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan pembangunan dan pemberdayaan desa berjalan konsisten dan berkelanjutan.

“Dengan sinergi terintegrasi dan penguatan ekosistem, Bank Mandiri berkomitmen memperluas kapasitas UMKM agar tumbuh berdaya saing sekaligus mendorong ekonomi kerakyatan yang inklusif,” tutup Riduan.