POJOKSATU.id - Apple dikabarkan akan segera memindahkan seluruh produksi iPhone untuk pasar Amerika Serikat ke India.
Langkah strategis ini merupakan respons terhadap perang dagang AS-China yang kembali memanas di tahun 2025, dengan tarif impor yang mencapai angka mencengangkan.
Kebijakan tarif impor yang diterapkan pemerintahan Donald Trump terhadap produk-produk dari China telah mencapai total 145 persen.
Baca Juga: iPhone 16 Resmi Mendarat di Indonesia! Intip Harga, Promo, dan Keseruannya
Angka ini sangat kontras dengan tarif impor dari India yang hanya 26 persen.
Perbedaan signifikan ini menjadi pertimbangan utama Apple untuk mengalihkan produksinya.
"Dengan adanya perang dagang AS dan China yang kembali memanas di 2025 karena tarif resiprokal, keputusan Apple untuk memindahkan produksi iPhone AS ke India merupakan langkah yang lebih baik," papar seorang analis industri teknologi sebagaimana dilansir dari GSM Arena.
Dampak Ekonomi dan Negosiasi Politik
Menurut analis Bank of America Wamsi Mohan, Apple diproyeksikan akan memproduksi 25 juta unit iPhone di India pada tahun ini.
Baca Juga: iPhone 16 Resmi Mendarat di Indonesia! Intip Harga, Promo, dan Keseruannya
Dengan sekitar 10 juta unit untuk pasar lokal India.
Jika seluruh produksi dialihkan ke AS, jumlah tersebut dapat memenuhi sekitar 50 persen kebutuhan pasar iPhone di AS.
Sementara itu, peluang negosiasi tetap terbuka. Kebijakan tarif resiprokal belum diberlakukan selama 90 hari.
Hal ini sekaligus memberikan kesempatan bagi India untuk melakukan negosiasi kesepakatan dengan Donald Trump.
Wakil Presiden AS JD Vance yang tengah melakukan lawatan ke India.
Bahkan mengklaim kedua negara telah membuat "kemajuan yang sangat baik" dalam pembicaraan bilateral mereka.
Meskipun pemindahan produksi ke India merupakan solusi jangka pendek yang efektif, laporan Wall Street Journal menyebutkan Apple belum sepenuhnya berniat untuk merombak rantai pasokan globalnya yang masih sangat bergantung pada China.
Baca Juga: Tak Perlu ke Singapore, Ini Hal yang Bikin Launching iPhone 16 di Indonesia Ditunggu-Tunggu!
Apple juga terus berupaya bernegosiasi dengan pemerintahan Trump untuk mendapatkan pengecualian dari kebijakan tarif tersebut.
Namun jika tarif tetap diberlakukan dan Apple terus mengimpor iPhone dari China, harga iPhone 16 Pro bisa naik hingga 300 dolar AS karena penerapan tarif baru.
Perjalanan Diversifikasi Produksi Apple
Diversifikasi produksi iPhone sebenarnya sudah dimulai sejak 2017, ketika Apple dan Wistron mulai memproduksi iPhone 6s dan iPhone SE di pabrik Bengaluru, India.
Baca Juga: iPhone 16 Series Belum Kantongi Izin Edar di Indonesia, Penjualan Berisiko Tertunda
Pada April 2024, sekitar 14 persen dari seluruh iPhone di dunia sudah dibuat di India.
Para analis memperkirakan angka tersebut akan meningkat menjadi 25 persen pada akhir 2025, dan Apple berambisi untuk memproduksi lebih dari 60 juta iPhone di India untuk pasar AS pada akhir 2026.
Langkah Apple memindahkan produksi iPhone ke India menunjukkan bagaimana perusahaan teknologi global harus beradaptasi dengan cepat menghadapi dinamika politik dan ekonomi internasional.
Baca Juga: iPhone 16e Resmi Meluncur! Cek Spesifikasi, Harga, dan Pajaknya di Indonesia
Keputusan ini tidak hanya akan berdampak pada rantai pasok Apple, tetapi juga pada hubungan ekonomi antara AS, China, dan India, serta pada harga produk yang akan dibayar oleh konsumen.
Strategi ini menunjukkan bahwa diversifikasi produksi tidak hanya menjadi pilihan bisnis, tetapi juga kebutuhan geopolitik di tengah ketegangan perdagangan global yang terus meningkat.***
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

