POJOKSATU.id, Jakarta - Bank Mandiri kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan ekonomi nasional lewat berbagai inovasi finansial yang relevan dan solutif.
Salah satu terobosan terbarunya datang lewat Kopra by Mandiri, yang kini memperkenalkan layanan Supplier Financing sebuah solusi digital yang dirancang khusus untuk membantu Principal dan Supplier dalam mengelola arus kas secara lebih efisien dan fleksibel.
Di tengah dinamika rantai pasok industri, tantangan utama yang kerap dihadapi para Supplier adalah lambatnya proses pembayaran invoice.
Hal ini berpotensi menghambat kelancaran operasional akibat gangguan likuiditas.
Menyadari hal tersebut, Bank Mandiri hadir dengan jawaban konkret melalui Kopra Supplier Financing.
Layanan ini memungkinkan Supplier mendapatkan pembayaran lebih cepat atas invoice yang telah disetujui oleh Principal, semuanya bisa dilakukan secara digital lewat platform Kopra.
“Arus kas yang lancar sangat penting dalam menjaga stabilitas rantai pasok. Dengan Kopra Supplier Financing, kami menghadirkan solusi digital yang tidak hanya mempercepat pencairan tagihan bagi Supplier, tetapi juga meningkatkan efisiensi keuangan bagi Principal,” ujar Darmawan Junaidi, Direktur Utama Bank Mandiri, dalam pernyataan resminya, Rabu (9/4).
Salah satu fitur andalan layanan ini adalah kemudahan online onboarding. Principal bisa langsung mendaftarkan Supplier-nya secara mandiri dan digital.
Semua proses transaksi bisa dipantau secara real-time, menghadirkan transparansi yang lebih tinggi serta kontrol yang lebih kuat bagi kedua pihak.
Tak hanya itu, Supplier juga diberi keleluasaan untuk menentukan sendiri kapan invoice ingin dicairkan, memberikan kontrol lebih dalam pengelolaan keuangan mereka.
Kemudahan ini semakin terasa karena layanan Kopra telah terintegrasi dengan aplikasi Livin’ by Mandiri.
Artinya, Supplier perorangan bisa menerima pembayaran langsung ke rekening Livin’, mempercepat proses dan menyederhanakan alur pencairan dana.
Melalui platform Kopra, Principal dapat mengunggah invoice, memantau status pembayaran, serta menjalankan proses rekonsiliasi secara otomatis, mengurangi potensi kesalahan pencatatan dan membuat pengelolaan transaksi menjadi jauh lebih rapi dan efisien.
Darmawan menegaskan, layanan ini merupakan bagian dari strategi besar Bank Mandiri dalam membangun ekosistem bisnis yang inklusif dan saling terhubung.
“Kami percaya bahwa sinergi antara sektor perbankan dan pelaku usaha adalah kunci dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi. Inovasi ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara Principal dan Supplier agar bisnis bisa melaju lebih cepat,” katanya.
Seiring dengan berbagai inovasi digital yang digulirkan, Bank Mandiri juga mencatat kinerja positif.
Hingga Februari 2025, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mandiri tumbuh 16,98% secara tahunan menjadi Rp 1.414,41 triliun.
Lonjakan ini didorong oleh peningkatan dana murah (CASA) yang naik 13,5% YoY, dengan nilai mencapai Rp 131,61 triliun.
Rasio CASA yang stabil di angka 78,22% menunjukkan kekuatan fundamental likuiditas Bank Mandiri yang solid.
Dengan kondisi likuiditas yang terjaga dan strategi pertumbuhan kredit di kisaran 10%-12%, Bank Mandiri optimistis bisa terus memperluas pembiayaan dan menggarap potensi di berbagai sektor strategis melalui ekosistem bisnis berbasis value chain.
Tak hanya itu, sepanjang 2024, platform Kopra by Mandiri telah mengelola lebih dari 1,3 miliar transaksi, tumbuh 21% dibanding tahun sebelumnya.
Nilai transaksinya pun menembus Rp 22.700 triliun, naik 17% secara tahunan.
Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa digitalisasi keuangan yang dijalankan Bank Mandiri berhasil menjadi tulang punggung pertumbuhan bisnis.
Dengan semangat Sinergi dan Akselerasi untuk Percepatan Ekonomi Negeri, Bank Mandiri terus melangkah sebagai mitra utama pelaku usaha dalam memperkuat daya saing industri nasional.***


