POJOKSATU.id – Minat investasi di kalangan anak muda, khususnya Gen Z, terus meningkat tapi banyak di antara mereka yang belum memahami dasar-dasar investasi.
Sehingga Gen Z rentan terjebak dalam instrumen berisiko tinggi tanpa perhitungan matang.
Financial and Investment Content Creator, Raymond Iriantho, menyatakan literasi keuangan menjadi kunci utama dalam membangun kebiasaan finansial yang sehat sebelum terjun ke dunia investasi.
Menurutnya, anak muda sekarang cenderung ingin cepat untung tanpa memahami risiko.
"Mereka langsung memilih instrumen high risk tanpa membangun pemahaman dasar dulu. Ini jadi fenomena yang muncul karena kemajuan teknologi yang membuat semuanya serba instan," ujar Raymond dalam acara PrimaTalk Show with Digi bank bjb, Kamis (27/2/2025).
Semestinya, sebelum anak muda berinivestasi, harus lebih dulu membenahi manajemen keuangan mereka.
Tanpa dasar finansial yang kuat, investasi yang dilakukan justru berpotensi merugikan.
"Jangan mikirin investasi dulu, tapi atur keuangan dengan baik. Kalau keuangan belum sehat dan belum bisa dikelola dengan bijak, investasi pasti berantakan," tegasnya.
Baca Juga: BRI Perkuat Dukungan untuk Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan Melalui Fasilitas Kredit bagi IIF
Raymond juga mengingatkan agar Gen Z lebih selektif dalam memilih sumber informasi terkait investasi agar tidak terjebak tren fear of missing out (FOMO).
"Investasi itu bukan kompetisi. Mulai dari yang nyaman dan pahami risikonya. Jangan cuma tergoda karena melihat orang lain cuan besar," tambahnya.
Sementara itu, Senior Vice President Digital Banking bank bjb, Arfianto Ramadhian, mengungkapkan bahwa pihaknya terus berinovasi untuk menyesuaikan layanan perbankan dengan kebutuhan generasi muda.
"Kami mengikuti tren dan perilaku pengguna dengan melakukan transformasi digital, termasuk pengembangan fitur aplikasi agar lebih ramah bagi Baby Boomers, Milenial, hingga Gen Z," kata Arfianto.
Selain kemudahan transaksi, bank bjb juga menawarkan berbagai produk investasi, seperti deposito dan KPR Gaul, yang cocok bagi anak muda yang ingin mulai berinvestasi dengan risiko lebih rendah.
"Deposito itu investasi paling umum dan relatif aman karena dilindungi OJK. Kami juga punya berbagai varian produk investasi yang bisa digunakan anak muda sebagai langkah awal," jelasnya.
Senada, Senior Executive Vice President Marketing PT Rintis Sejahtera, Robby Sutisna, menekankan pentingnya perencanaan keuangan yang matang.
Baca Juga: Bank Emas Resmi Beroperasi, Sunarso: Sumber Pertumbuhan Baru untuk Perekonomian
"Kondisi finansial yang stabil didapat dari perencanaan yang tepat dan pemilihan instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko," ujarnya.
Dengan meningkatnya akses terhadap informasi dan layanan keuangan digital, Gen Z diharapkan lebih bijak dalam mengelola keuangan dan investasi demi mencapai kestabilan finansial jangka panjang.***
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

