POJOKSATU.id – Kebebasan finansial menjadi impian banyak orang, di mana seseorang bisa memenuhi kebutuhannya tanpa bergantung pada pendapatan aktif.

Salah satu cara efektif untuk mencapainya adalah melalui investasi di pasar modal, yang menawarkan berbagai instrumen seperti saham, obligasi, reksa dana, dan Exchange Traded Fund (ETF).

Investasi di pasar modal memungkinkan dana berkembang seiring waktu melalui capital gain dan dividen.

Sejarah mencatat bahwa indeks saham cenderung meningkat dalam jangka panjang, meskipun ada fluktuasi pasar dalam jangka pendek.

Baca Juga: Rekor, Pasar Modal RI Tembus 15 Juta Investor

Potensi keuntungan dari investasi saham bahkan dapat melampaui inflasi dan hasil dari instrumen konvensional seperti tabungan atau deposito.

Sebagai ilustrasi, jika seseorang menginvestasikan Rp10 juta dalam saham dengan rata-rata pertumbuhan 10-12% per tahun.

Maka dalam 20 tahun nilai investasinya berpotensi mencapai lebih dari Rp96 juta berkat efek compounding.

Baca Juga: Laba BNI Tumbuh 9,7 Persen di Januari 2025, Kredit dan Pendapatan Bunga Meningkat

Namun, perlu diingat bahwa pasar tidak selalu naik setiap tahun, dan ada risiko koreksi yang bisa memengaruhi nilai investasi.


Membangun Pendapatan Pasif dari Investasi

Salah satu keunggulan utama investasi di pasar modal adalah peluang untuk mendapatkan pendapatan pasif.

Pemegang saham bisa memperoleh dividen secara berkala dari perusahaan yang mereka investasikan.

Sementara obligasi menawarkan kupon bunga tetap yang umumnya dibayarkan setiap kuartal atau semester.

Saham juga memberikan peluang capital gain, di mana investor bisa meraih keuntungan dari selisih harga jual dan beli di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sementara itu, obligasi yang diperdagangkan di pasar sekunder juga memiliki potensi keuntungan serupa.

Namun, baik saham maupun obligasi memiliki risiko capital loss, di mana nilai investasi bisa turun dibandingkan harga belinya.


Diversifikasi, Strategi Penting dalam Investasi

Untuk mengelola risiko investasi, diversifikasi menjadi langkah yang penting.

Hingga akhir 2024, terdapat lebih dari 943 saham yang terdaftar di BEI, memberikan banyak pilihan bagi investor.

Baca Juga: BRI Tunjukkan Kinerja Solid di Tengah Tantangan Ekonomi, Fokus pada Keberlanjutan dan Pengelolaan Risiko

Prinsip diversifikasi, atau tidak menaruh semua telur dalam satu keranjang, membantu meminimalkan risiko jika salah satu aset mengalami penurunan harga.

Selain saham dan obligasi, reksa dana dan ETF bisa menjadi pilihan bagi investor yang ingin portofolio investasi mereka dikelola oleh profesional.

Manajer investasi akan mengatur strategi diversifikasi yang sesuai, sehingga dana tetap berkembang meskipun ada risiko yang harus diperhitungkan sesuai dengan jenis reksa dana yang dipilih.

Dengan berbagai instrumen yang tersedia, pasar modal menawarkan peluang bagi siapa saja untuk mulai berinvestasi sesuai dengan tujuan keuangan mereka.

Baca Juga: Prabowo Resmikan Bank Emas Pegadaian, BRI Group Optimis Dorong Ekonomi dan Inklusi Keuangan

Dengan strategi yang tepat, investasi ini bisa menjadi jalan menuju kebebasan finansial yang lebih stabil dan berkelanjutan.***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

VERSI ANDROID

VERSI iOS