POJOKSATU.ID - Cedera kerap menjadi tantangan terbesar bagi para atlet dalam menghadapi kompetisi. Namun kini, kekhawatiran itu mulai ditekan.
Kota Bekasi resmi menggandeng Mitra Orphys Sports Clinic (MOSC) untuk memperkuat pendampingan medis atlet jelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026.
Penandatanganan kerja sama antara KONI Kota Bekasi dan MOSC dilakukan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur, Jawa Barat, Jumat (13/2/2026). Kolaborasi ini menjadi bagian dari kesiapan Bekasi sebagai tuan rumah Porprov XV Jawa Barat yang akan digelar pada 7–20 November 2026.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Kota Bekasi, Arwani, menegaskan pentingnya dukungan medis modern untuk menjaga performa atlet selama masa persiapan hingga pertandingan.
“Dari Februari sampai November pastinya para atlet akan mengalami beberapa kendala, salah satunya cedera. Maka dari itu kami membutuhkan kolaborasi dengan mitra swasta seperti MOSC,” ujar Arwani.
Ia menyebutkan, Pemerintah Kota Bekasi akan mengirimkan sekitar 1.400 atlet untuk berlaga di ajang multi cabang olahraga tingkat provinsi tersebut. Target besar pun dipasang, yakni menembus tiga besar klasemen akhir Porprov XV Jawa Barat 2026.
Menurut Arwani, dukungan medis yang terintegrasi akan menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi performa atlet.
“MOSC akan membantu kami meningkatkan performa atlet dengan pendekatan yang lebih modern,” katanya.
Direktur Mitra Keluarga Cibubur, dr. Sri Widiyaningsih, menegaskan pihaknya siap menjadi mitra strategis dalam memastikan kondisi atlet tetap prima. Ia menekankan layanan yang cepat, aman, dan terarah sebagai inti dukungan yang diberikan.
Baca Juga : Tak Hanya Dana, Mahasiswa Dapat Bekal Karier, Begini Aksi Nyata Penerima Beasiswa Bakti BCA Dampingi UMKM
“Kami memastikan atlet memperoleh penanganan dari fase awal cedera hingga rehabilitasi penuh. Tujuannya jelas, atlet pulih dengan benar dan kembali bertanding dengan kesiapan fisik optimal,” ucap dr. Sri.
Kerja sama ini dinilai sebagai langkah strategis membangun ekosistem olahraga daerah yang semakin profesional. Terlebih, Kota Bekasi akan menjadi salah satu tuan rumah bersama Kota Depok, Kota Bogor, Kota Bandung, dan Kabupaten Sumedang sebagai tuan rumah pendukung.
Sementara itu, Regional Direktur MOSC, dr. Arina, menjelaskan bahwa MOSC dirancang sebagai layanan sport injury terpadu yang tidak hanya berfokus pada pengurangan rasa nyeri.
“Kekuatan MOSC ada pada pendekatan terintegrasi, mulai dari asesmen kondisi, perencanaan terapi, rehabilitasi bertahap, hingga program penguatan yang terukur. Fokus kami juga pada pencegahan cedera dan return-to-play yang aman agar risiko cedera berulang bisa ditekan,” jelasnya.
Baca Juga : Pengembangan Kasus Korupsi Bea Cukai di Ciputat, KPK Sita Koper Berisi Rp 5 M dari Rumah Tersangka
Pendekatan tersebut dinilai penting mengingat tingginya risiko cedera pada cabang olahraga kompetitif. Dokter spesialis ortopedi konsultan cedera olahraga, dr. IGM Febry Siswanto, menyebut cedera otot, tendon, dan sendi menjadi kasus dominan yang kerap mengganggu performa atlet.
“Protokol terpenting adalah rehabilitasi bertahap dan terukur, bukan sekadar atlet sudah tidak merasakan sakit. Return to play harus berbasis evaluasi fungsional meliputi kekuatan, stabilitas, dan performa agar risiko kambuh bisa diminimalkan,” tegasnya.
Dengan sistem pendampingan medis yang lebih modern dan disiplin, Bekasi berharap cedera tak lagi menjadi momok bagi para atlet.
Fokus kini bukan hanya bertanding, tetapi memastikan setiap atlet siap tampil maksimal demi mengejar target prestasi sebagai tuan rumah Porprov XV Jawa Barat 2026.***

