POJOKSATU.id, Bekasi - Partai Gerindra mengambil langkah strategis dengan menurunkan tim advokat untuk memastikan kelancaran dan keabsahan proses rekapitulasi suara Pilkada Kota Bekasi.

Langkah ini bertujuan menjaga kemenangan pasangan calon (paslon) Tri Adhianto dan Abdul Harris Bobihoe, yang dikenal sebagai Paslon Ridho.

Ketua Tim Advokasi DPP Gerindra, Maulana Bungaran, mengungkapkan bahwa keputusan ini merupakan arahan langsung dari Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, dan Ketua Harian, Sufmi Dasco Ahmad.

“Kami mendapat instruksi dari Pak Prabowo dan Pak Dasco untuk memastikan kemenangan Paslon Ridho di tahap rekapitulasi suara tingkat kecamatan,” ujar Maulana, Jumat (29/11).

Maulana menegaskan bahwa tim advokat yang diturunkan memiliki rekam jejak mumpuni dalam menangani sengketa pemilu.

“Tim kami sudah terlatih dan siap memastikan Pilkada Kota Bekasi berjalan transparan, jujur, dan adil,” katanya.

Desmi Hardi, Koordinator Lembaga Advokasi DPP Gerindra, menjelaskan bahwa lima advokat akan ditempatkan di setiap kecamatan untuk mengawal jalannya pleno rekapitulasi suara.

Mereka juga bertugas mendampingi saksi dan melaporkan potensi kecurangan kepada Panwascam atau otoritas terkait.

“Hasil quick count menunjukkan Paslon Ridho unggul tipis. Kami ingin memastikan kemenangan ini tetap aman hingga proses rekapitulasi selesai,” ujar Desmi.

Menurutnya, tahap rekapitulasi di tingkat kecamatan merupakan momen paling rawan terhadap potensi pelanggaran.

“Tim kami akan mengawasi setiap detail untuk menjaga integritas proses ini,” tambahnya.

Hingga Kamis (28/11) pukul 16.00 WIB, data resmi KPU menunjukkan Paslon Tri-Haris memimpin dengan 47,07% suara atau 432.831 suara.

Paslon Heri-Sholihin mengekor dengan 46,32% atau 425.914 suara, sementara Paslon Uu-Nurul memperoleh 6,61% atau 60.783 suara dari total suara masuk sebanyak 98,20%.

Partai Gerindra menegaskan komitmennya untuk menjaga demokrasi dan memastikan seluruh tahapan Pilkada berlangsung sesuai aturan.

"Kami akan terus mengawal hingga proses ini selesai," tutup Maulana.***