POJOKSATU.id, Bekasi - Harris Bobihoe, calon Wakil Wali Kota Bekasi mendampingi Tri Adhianto, memaparkan gagasan strategis tentang penguatan peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam debat terakhir Pilkada Kota Bekasi, Jumat malam (22/11).
Ia menekankan pentingnya pendekatan humanis dan berorientasi pada hak asasi manusia (HAM) dalam setiap kebijakan dan tindakan Satpol PP.
“Penegakan aturan harus mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Kami percaya pendekatan humanis ini akan memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Harris.
Menurut Harris, reformasi Satpol PP tidak hanya berfokus pada penegakan aturan, tetapi juga membangun peran Satpol PP sebagai mitra masyarakat.
Fungsi ini menuntut pendekatan berbasis dialog, pemahaman, dan tindakan non-represif.
“Satpol PP adalah garda terdepan menjaga ketertiban umum. Tindakan mereka tidak boleh mencederai martabat warga. Kami akan meningkatkan kapasitas Satpol PP melalui pelatihan intensif dan penerapan prosedur berbasis nilai kemanusiaan,” tambahnya.
Harris menjelaskan, Satpol PP yang humanis akan menjadi pilar penting dalam mewujudkan harmoni di masyarakat, memastikan Kota Bekasi tetap tertib, nyaman, dan aman bagi semua warganya.
Program penguatan ini mencakup pelatihan pelayanan publik, mediasi konflik, serta edukasi hukum yang melibatkan berbagai pihak.
Konsep Satpol PP humanis ini menjadi bagian dari visi besar pasangan Tri-Harris untuk menciptakan Kota Bekasi yang inklusif, nyaman, dan sejahtera.
Mereka percaya bahwa pendekatan humanis dalam penegakan hukum akan meningkatkan kepercayaan publik dan menjadikan Bekasi contoh tata kelola pemerintahan yang progresif.***

