POJOKSATU.id - Rombongan asal Provinsi Banten kembali mencuri perhatian.
Sebanyak 40 peserta ikut ambil bagian dalam pawai budaya Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 yang digelar di Kota Yogyakarta, Sabtu (6/12/2025).
Mengusung tema “Arak-arakan Ganyang Wabah Korupsi”, kehadiran kontingen Banten jadi bukti kuat dukungan daerah dalam perang melawan praktik lancung yang menggerogoti negeri.
Baca Juga: Daftar Nama 13 Desa Hilang Ditelan Ganasnya Banjir Bandang di Aceh dan Sumatera Utara
Dipimpin langsung Sekretaris Inspektorat Provinsi Banten sekaligus Ketua Forpak, Ratu Syafitri Muhayati, rombongan ini datang bukan hanya sekadar hadir.
Tetapi membawa misi besar: menanamkan nilai integritas dan menegaskan komitmen antikorupsi kepada publik.
Fitri menegaskan bahwa langkah Banten turun di pawai Hakordia adalah bentuk edukasi terbuka bagi masyarakat.
“Sebanyak 40 peserta dari Banten ikut pawai ini untuk mengenalkan nilai-nilai antikorupsi secara langsung kepada masyarakat,” ujarnya, dikutip pojoksatu.go.id.
Pawai budaya yang menjadi rangkaian Hakordia 2025 ini digelar pada 6–9 Desember dan untuk pertama kalinya dilaksanakan di luar Jakarta.
Pesertanya pun beragam, mulai dari guru, akademisi, ASN, Polri, mahasiswa, hingga pelaku usaha dari berbagai penjuru Banten.
Baca Juga: Tiga Tahun Kian Solid, CB150X Bekasi Raya Rayakan Anniversary ke-3 Bersama Ratusan Bikers
Arak-arakan dimulai dari depan kantor DPRD DIY menuju Titik Nol Kilometer Yogyakarta, menempuh rute sekitar 500 meter.
Kontingen Banten langsung bergabung dengan Perpaksinasi organisasi nasional penyuluh antikorupsi yang dipimpin Direktur Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi KPK, Yonathan Demme Tangdilintin, bersama Kasatgas Sertidaya, Eang Sugiarto.
Sepanjang perjalanan, peserta dari Banten tampak aktif menyampaikan pesan-pesan integritas dan literasi antikorupsi kepada ribuan warga yang menyaksikan pawai tersebut.
Pendekatan budaya ini, kata Fitri, menjadi cara ampuh mengajak masyarakat lebih dekat dengan isu pemberantasan korupsi.
“Pawai budaya ini membuat pesan antikorupsi lebih ringan, mudah diterima, dan komunikatif. Banten akan terus memperkuat budaya integritas lewat berbagai pendekatan, termasuk pendekatan kultural,” jelasnya.
Baca Juga: Kasus Oplosan Pertalite Disulap Jadi Pertamax, Pengamat: Seolah Hilang Ditelan Waktu
Di tengah kemeriahan acara, Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo turut memberikan pesan tegas kepada masyarakat yang memadati rute pawai.
“KPK lahir dari keinginan rakyat. Pemberantasan korupsi adalah amanat yang tak boleh berhenti. Jika kita lengah, korupsi kembali merajalela. Kita harus bersatu melawannya,” ujarnya lantang.
Selain Perpaksinasi dan kontingen Banten, pawai akbar ini juga diramaikan puluhan komunitas budaya, instansi pemerintah, TNI–Polri, pelajar, mahasiswa.
Baca Juga: Revisi UU ASN 2026 Pangkas Kekuasaan Gubernur dan Bupati! Mutasi Eselon II Diambil Alih Pusat
hingga Akademi Militer Angkatan Udara Yogyakarta.
Peringatan Hakordia 2025 kali ini menjadi momentum nasional untuk memperluas gerakan antikorupsi, membuka ruang partisipasi publik, dan memperkuat benteng integritas bangsa lewat cara yang inklusif dan meriah.***


