POJOKSATU.id - Warga Kota Serang digegerkan oleh insiden kejar-kejaran di jalan raya yang melibatkan sebuah mobil Honda BRV dan sejumlah pelajar SLTA pada Senin (17/11/2025) sore.
Aksi tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial karena diduga bernuansa persekusi dan membahayakan pengguna jalan lain.
Peristiwa bermula dari area parkir sebuah gerai makanan di sekitar perempatan Kubang. Di dalam mobil BRV tersebut, diketahui ada dua pelajar SMAN 1 Serang, seorang putra dan seorang putri.
Baca Juga: Ramai Roy Suryo Tidak Ditahan, Pakar KUHAP Jelaskan Aturan Penahanan
Menurut informasi yang dihimpun, seorang warga tiba-tiba mendatangi mobil dan mengetuk kaca sambil menuduh keduanya tengah berbuat mesum.
Merasa terpojok dan ketakutan, pelajar putri yang mengemudikan mobil langsung panik dan tancap gas menuju arah Cijawa.
Namun tidak lama berselang, muncul sekelompok pelajar berseragam SLTA bersama beberapa orang dewasa yang ikut mengejar mobil tersebut menggunakan sepeda motor.
Baca Juga: Terungkap! Ini Alasan Tanggal Terbit SKTP Menjadi Penentu Utama Pencairan TPG Guru!
Dalam rekaman video, para pengejar tampak mengeluarkan berbagai cacian sambil berusaha menggedor-gedor bodi mobil yang terus melaju di tengah padatnya lalu lintas.
Aksi tersebut bukan hanya membuat kedua pelajar di dalam mobil semakin panik, tetapi juga membahayakan masyarakat yang sedang melintas.
Sekitar dua kilometer dari titik awal kejadian, tepatnya di Jalan KH Sohari, Kidang, situasi semakin memburuk.
Baca Juga: VoiceLib, Inovasi Alih Teks ke Audio di UM untuk Bantu Layanan Inklusif
Karena kehilangan kendali akibat kepanikan, pelajar putri yang mengemudikan kendaraan menabrak sebuah mobil lain dari arah berlawanan hingga BRV tersebut terbalik di tengah jalan.
Saat mobil itu sudah dalam posisi terguling, para pengejar kembali menghampiri dan tetap melontarkan tuduhan.
Padahal setelah diperiksa, kedua pelajar tersebut terbukti masih dalam kondisi berbusana lengkap dan tidak melakukan tindakan seperti yang dituduhkan.
Seorang pengendara motor bahkan sempat mengklaim bahwa ia melihat keduanya dalam kondisi tanpa busana di area parkir sebelumnya, namun pernyataan itu tidak terbukti.
Warga sekitar kemudian membantu mengevakuasi kedua pelajar dari dalam mobil yang terbalik.
Situasi baru mereda setelah polisi datang ke lokasi dan membawa kedua pelajar tersebut ke Polres Serang untuk dimintai keterangan.
Hingga kini, aparat masih mengusut dugaan persekusi, tindakan membahayakan di jalan raya, serta tuduhan tidak berdasar yang memicu insiden ini.
Otoritas juga mengimbau masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri atas informasi yang belum terverifikasi, demi mencegah kejadian serupa terulang.***


