POJOKSATU.id - Ratusan warga dari Kecamatan Bojonegara dan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah titik, Senin (17/11/2025).
Massa kompak turun ke jalan menuntut pemerintah segera turun tangan menangani persoalan kerusakan jalan hingga aktivitas truk tambang yang dinilai makin meresahkan.
Dalam aksi tersebut, warga membawa spanduk dan poster yang berisi tuntutan agar pemerintah membangun jalan nasional Serdang–Bojonegara–Merak (SBM) sesuai standar jalan nasional.
Baca Juga: Menteri Keuangan Umumkan Redenominasi Rupiah, Beban ASN dan Pensiunan Ringan Tapi PMK 70 Diterbitkan
Mereka menilai kondisi jalan saat ini sudah sangat tidak layak dan membahayakan masyarakat.
Tak hanya itu, warga juga mendesak pemerintah melakukan evaluasi total terhadap seluruh aktivitas pertambangan di wilayah Bojonegara dan Pulo Ampel yang dianggap memicu kerusakan infrastruktur.
Tuntutan lainnya adalah evaluasi menyeluruh terhadap Keputusan Gubernur (Kepgub) No. 567 Tahun 2025 tentang jam operasional truk tambang.
Baca Juga: Wabup Lebak Ngamuk Lihat PKL Berjualan di Luar Area Pasar Semi
Warga menilai aturan tersebut belum efektif menekan dampak lalu lintas dan keselamatan di jalan.
Koordinator aksi, Ari Daelami, menjelaskan bahwa demonstrasi dimulai dari Pulo Ampel dan bergerak menuju Bojonegara.
Sepanjang aksi, para peserta melakukan doa bersama dan menyampaikan orasi terkait keresahan warga.
Baca Juga: Peran Krusial NUPTK dan NRG dalam Proses Pencairan TPG Sebagai Jaminan Keabsahan Data Guru
“Ini suara masyarakat yang bertahun-tahun merasakan langsung dampak kerusakan jalan dan lalu lintas truk tambang. Kami minta pemerintah mendengar,” ujar Ari.
Aksi berjalan tertib dengan pengawalan petugas keamanan. Warga berharap tuntutan mereka segera ditindaklanjuti pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat.***


