POJOKSATU.id - Uang rusak di Banten ternyata bukan hal sepele. Sepanjang tahun 2025, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Banten menerima penukaran uang rusak dan lusuh dengan nilai fantastis, mencapai Rp1,3 miliar
Kepala Perwakilan BI Banten Ameriza M. Moesa menjelaskan, angka itu mencerminkan masih banyaknya uang tidak layak edar yang beredar di masyarakat.
“Kesadaran masyarakat untuk menukar uang rusak kini meningkat, seiring gencarnya edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).
Baca Juga: Menjelang Hari Pahlawan, Kodim 0604 Gelar Doa Khidmat di Masjid Daarul Muttaqien
Penukaran dilakukan lewat layanan kantor BI serta kegiatan Kas Keliling yang mendatangi pasar, pesantren, hingga wilayah pesisir. Banyak warga antusias menukar uang sobek, kusut, bahkan terbakar.
Dari catatan BI, pecahan kecil seperti Rp2.000 dan Rp5.000 jadi yang paling banyak ditukar. “Uang pecahan kecil paling sering rusak karena dipakai sehari-hari,” tambah Ameriza.
Meski begitu, BI menegaskan uang yang rusak masih bisa ditukar asalkan memenuhi syarat keasliannya terjamin dan minimal dua pertiga bagian fisiknya masih utuh.
Baca Juga: Cek Akun Simpatika Sekarang! Begini Cara Mengetahui Status Pendaftaran PPG Daljab Kamu
Ameriza juga mengingatkan masyarakat agar lebih peduli pada kondisi uang. “Jangan dilipat berlebihan, jangan distapler, apalagi ditulis-tulis. Uang itu simbol negara,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, BI Banten berharap masyarakat lebih menghargai rupiah sebagai alat transaksi resmi dan menjaga kualitasnya agar tetap layak edar.
“Rawat rupiah, cintai rupiah, karena dari uang yang kita pegang, di situ ada wajah Indonesia,” pungkasnya.***


