POJOKSATU.ID - Setelah Gubernur Banten Andra Soni mengambil langkah tegas menonaktifkan sementara kepala sekolah SMAN 1 Cimarga, giliran Achmad Dimyati Natakusumah melakukan hal serupa.
Wakil Gubernur Banten tersebut dengan tegas meminta kepsek SMAN 1 Cimarga dinonaktifkan dari sekolah itu.
Alasan Dimyati mengambil keputusan itu karena seorang kepsek merupakan orang yang pertama bertanggung jawab jika lingkungan sekolah tak kondusif.
"Kalau dia tidak bisa membuat nyaman, tenteram, damai, membuat kondusif, berarti kepala sekolahnya enggak benar," kata Dimyati pada hari Selasa, 14 Oktober 2025.
Seorang kepsek merupakan pemimpin di sekolah, sehingga ketika ada kegaduhan, ia yang harus menanggung sanksi.
Menurutnya, guru seharusnya tidak melakukan gesekan fisik terhadap peserta didik, meskipun murid tersebut nakal.
Baca Juga: HRD Disebut Siap Blacklist Lulusan SMAN 1 Cimarga Gara-Gara Bela Siswa Perokok
Ia mengatakan ada cara yang lebih baik dalam mendisiplinkan murid nakal, tak melulu harus menggunakan gesekan secara fisik.
Keputusan Wakil Gubernur Banten ini juga memicu kegaduhan publik, yang membuat netizen bersilaturahmi ke akun media sosial Dimyati.
Netizen tak segan menuliskan berbagai kritik tajam kepada Dimyati atas keputusannya yang dianggap kontroversial.
Dari berbagai komentar tersebut, tak sedikit netizen yang menyinggung masalah kekayaannya.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara, mantan Bupati Pandeglang 2 periode ini memiliki harta sebesar Rp17,2 miliar.
Sumber hartanya yang paling besar berasal dari puluhan aset properti yang totalnya mencapai Rp14,8 miliar.
Politisi PKS ini memiliki 21 bidang tanah di Kabupaten Lebak dan mayoritas berada di Pandeglang.
Sedangkan untuk koleksi kendaraannya yang didaftarkan dalam LHKPN, ada 7 unit kendaraan dengan total Rp332 juta.
Eks anggota DPR sejak 2009 sampai 2024 ini memiliki 1 unit motor Honda, mobil Daihatsu Zebra, Ferroza Jeep, Daihatsu Taruna, Kijang, Mercedes Benz, dan Karimun.
Baca Juga: KDM: Desa Penghasil Pajak Harus Diprioritaskan
Kemudian ia juga punya harta bergerak Rp263 juta serta kas dan setara kas sebesar Rp1,8 miliar, tak tercatat ada utang yang terdaftar di LHKPN miliknya.
Sementara itu, Dimyati mengatakan saat ini kasus di SMAN 1 Cimarga masih dalam penyelidikan.
Jika kepsek SMAN 1 Cimarga terbukti tak bersalah, ia berjanji akan memperbaiki nama baiknya.***



