POJOKSATU.id - Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, menegaskan bahwa penguatan mental dan spiritual menjadi kunci penting untuk mewujudkan Banten yang bersih dari praktik korupsi.

Hal itu ia sampaikan dalam sebuah kegiatan bersama jajaran ASN, tokoh masyarakat, dan lembaga keagamaan di lingkungan Pemprov Banten.

Dimyati menilai, pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan aturan dan sanksi.

Baca Juga: Mantan Istri Anggota DPR RI Fraksi Partai Nasdem Rudi Hartono Bangun, Ajukan PK Atas Talak Cerai Sepihak

Lebih dari itu, dibutuhkan kesadaran moral dan kejujuran dari setiap individu yang mengemban amanah.

"Aturan itu penting, tapi tanpa mental dan spiritual yang kuat, semuanya akan rapuh. Integritas harus tumbuh dari hati,” ujarnya, Kamis (9/10/2025).

Ia mengajak seluruh aparatur sipil negara di Banten untuk menjadikan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan keikhlasan sebagai fondasi dalam bekerja.

Baca Juga: Terikat Janji Sehidup Semati, Amanda Manopo dan Kenny Austin Resmi Menikah Hari Ini

Menurutnya, reformasi birokrasi yang dijalankan pemerintah tidak akan berjalan maksimal jika tidak diimbangi dengan pembenahan mental dan spiritual para pelaksana di lapangan.

Wagub juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter sejak dini agar generasi muda Banten tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas.

“Kalau sejak kecil sudah dibiasakan jujur dan tidak mengambil hak orang lain, maka kelak mereka tidak akan mudah tergoda oleh kekuasaan,” tambahnya.

Baca Juga: PAMA Buka Lowongan Fresh Graduate Program, Siap-Siap Berkarier di Dunia Tambang Astra

Selain itu, Dimyati menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga keagamaan untuk memperkuat budaya antikorupsi.

Menurutnya, semangat Banten Tidak Korupsi harus menjadi gerakan bersama, bukan sekadar slogan seremonial.

Tokoh agama dan masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut turut memberikan dukungan penuh.

Mereka menilai langkah Wagub Banten menjadi angin segar dalam upaya menegakkan integritas di tubuh pemerintahan daerah.

Dimyati berharap, seluruh elemen masyarakat dapat ikut berperan aktif dalam mengawasi jalannya pemerintahan.

Baca Juga: Bupati Aep Resmikan Parkland Bridge, Ikon Baru Kabupaten Karawang

“Korupsi tidak bisa diberantas hanya dengan pengawasan dari atas. Kita semua punya tanggung jawab moral untuk menjaga daerah ini tetap bersih,” tutupnya.

Dengan penguatan nilai-nilai spiritual dan mental, Wagub Banten optimis provinsi yang dikenal dengan semboyan Iman dan Taqwa ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, adil, dan bebas dari praktik korupsi.***