POJOKSATU.id - Gubernur Banten Andra Soni melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan RI guna membahas kondisi Transfer ke Daerah (TKD) serta situasi perekonomian daerah.

Langkah ini menjadi bentuk keseriusan Pemerintah Provinsi Banten dalam menjaga stabilitas keuangan dan memperkuat fondasi ekonomi daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Andra Soni menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, terutama terkait koreksi TKD yang berpotensi menekan ruang fiskal daerah.

Baca Juga: Dari Limbah Jadi Berkah: EANK Solo Tembus Pasar Ekspor Berkat Sentuhan BRI

Menurutnya, komunikasi langsung dengan Kementerian Keuangan diperlukan agar kebijakan fiskal daerah tetap sejalan dengan arah pembangunan nasional.

“Pemprov Banten terus berupaya menjaga kemandirian fiskal dan memastikan belanja daerah tetap fokus pada sektor produktif serta pelayanan masyarakat,” ujar Andra Soni, Selasa (7/10/2025).

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten, Rina Dewiyanti, menjelaskan bahwa Banten sedang menghadapi potensi koreksi negatif TKD sebesar Rp554 miliar.

Baca Juga: Kamu Mau Bikin SIM Baru 2025? Cek Dulu Syarat, Usia Minimal, dan Biayanya di Sini

Pemerintah daerah kini menyiapkan beberapa strategi agar pelayanan publik tidak terganggu, mulai dari efisiensi anggaran hingga optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Langkah konkret yang disiapkan antara lain realokasi belanja non-prioritas ke sektor strategis, peningkatan kualitas perencanaan keuangan, serta pemanfaatan aset daerah secara produktif.

Pemprov juga tengah memperkuat sistem digitalisasi fiskal untuk memastikan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan anggaran.

Baca Juga: 12 Tahun IMHG: Merajut Persaudaraan Bikers Honda Garut, Siap Jadi Tuan Rumah Honda Bikers Day 2025

Pertemuan antara Gubernur Andra Soni dan Menkeu ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi fiskal serta menumbuhkan ekonomi daerah di tengah tantangan nasional.

Dengan kebijakan yang tepat dan koordinasi yang solid, Banten optimistis dapat menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.***