POJOKSATU.id - Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah menegaskan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar slogan.
Menurutnya, ekonomi berbasis nilai Islam ini adalah jalan nyata untuk meningkatkan kesejahteraan umat di Banten.
Dalam sambutannya, Dimyati menyebut ekonomi syariah menjadi solusi alternatif di tengah sistem ekonomi konvensional yang masih menyisakan ketimpangan sosial.
Baca Juga: Kemenag Dorong Generasi Muda Literat Lewat Lomba Literasi Keagamaan Nasional
“Ekonomi syariah hadir untuk keadilan dan kesejahteraan bersama. Ini bukan wacana, tapi sistem nyata yang bisa kita terapkan,” ujarnya, selasa (7/10/2025).
Ia menjelaskan bahwa penerapan ekonomi syariah mencakup berbagai instrumen seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang dikelola secara produktif.
Dana umat, katanya, tidak boleh berhenti di tangan pengelola, tetapi harus mengalir kembali untuk pemberdayaan masyarakat kecil.
Baca Juga: Banten Badminton Open Pelajar 2025 Siap Digelar, Ajang Bakat Muda Menyambut HUT ke-25
Menurutnya, pengelolaan zakat dan wakaf yang baik dapat menjadi motor penggerak ekonomi.
Jika dikelola dengan transparan dan berorientasi produktif, dana umat mampu menciptakan lapangan kerja, membantu UMKM, hingga memperkuat ekonomi keluarga.
“Bayangkan kalau seluruh lembaga keuangan syariah, BAZNAS, dan pelaku UMKM bersinergi.
Kita bisa membangun sistem ekonomi mandiri tanpa bergantung pada bunga dan utang,” tambah Dimyati dengan penuh optimisme.
Baca Juga: BPKH Buka Lowongan 2025, Ada 11 Posisi Asisten Manajer untuk Lulusan Berpengalaman
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya sektor industri halal.
Produk halal, kata dia, bukan hanya kebutuhan umat Islam, tapi juga potensi pasar besar yang bisa mengangkat ekonomi lokal.
Mulai dari makanan, fashion muslim, hingga pariwisata halal, semua bisa tumbuh dari Banten.
“Banten punya potensi luar biasa. Dengan niat baik dan sistem syariah yang kuat, kita bisa menjadikan ekonomi daerah ini mandiri dan berkeadilan,” ungkapnya.
Baca Juga: IOF National Championship 2025 Siap Panaskan HUT ke-25 Banten
Dimyati pun mengajak masyarakat, lembaga keagamaan, dan pemerintah daerah untuk terus berkolaborasi dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah.
Ia menilai, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar ekonomi syariah tidak hanya sebatas ide, tetapi menjadi gerakan nyata.
“Tugas kita bersama adalah menjadikan nilai-nilai Islam sebagai dasar pembangunan ekonomi yang menyejahterakan. Bukan hanya untuk umat Islam, tapi untuk semua masyarakat,” tutupnya.***


