POJOKSATU.id - Hujan deras mengguyur kawasan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang. Namun semangat peserta Kemah Kebangsaan Banten 2025 tak sedikit pun surut.

Di bawah rintik hujan, Gubernur Banten Andra Soni berdiri tegak di depan ratusan pelajar, menyampaikan pesan penuh makna dan keharuan.

“Jauhi narkoba, jangan mudah percaya hoaks, dan hindari anarkisme!” tegas Andra Soni, disambut tepuk tangan para peserta yang tetap bersemangat meski baju dan sepatu mereka basah kuyup.

Baca Juga: Pendaftaran Program Kredensial Mikro Guru SMK Resmi Dibuka, Simak Detail Kriteria Peserta

Suasana semakin haru saat Andra menyampaikan pesan tentang pentingnya menghormati orang tua, terutama sosok ibu.

“Ingat ibu kalian. Jangan kecewakan beliau. Kunci hidup kalian ada pada restu seorang ibu,” ujarnya dengan suara bergetar.

Pesan itu langsung menyentuh hati para peserta. Banyak yang menunduk haru, mengingat wajah ibu di rumah.

Baca Juga: Alasan Gunung Rinjani Begitu Sakral, Jadi Rumah Para Leluhur Masyarakat Adat Lombok, Bukan Tempat Goyang Mencari Validasi

Di tengah udara dingin dan suasana lembab, kata-kata sang Gubernur terasa hangat.

Kegiatan Kemah Kebangsaan Banten digelar di Bumi Perkemahan Cihunjuran, Mandalawangi, pada 3–5 Oktober 2025.

Acara ini diikuti oleh 700 pelajar dari 32 sekolah se-Provinsi Banten.

Baca Juga: Meteor Jatuh di Cirebon Sangat Jarang Muncul Disebabkan Ukurannya Besar, dari Tegal Brebes Terlihat

Mereka mengusung tema “Pemuda Garda Terdepan Meneguhkan Persatuan, Melawan Anarkisme, dan Menangkal Hoaks dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045.”

Andra Soni menekankan pentingnya kemah kebangsaan sebagai ajang memperkuat karakter generasi muda.

Ia berharap pelajar Banten bisa tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, tangguh, dan berjiwa kebangsaan tinggi.

“Perkemahan ini bukan sekadar tidur di tenda, tapi latihan mental dan kebersamaan. Dari sinilah semangat persatuan itu tumbuh,” katanya.

Sementara itu, Ginka Febrianti Ginting, Koordinator BISON (Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional) Indonesia, selaku penyelenggara, mengatakan kegiatan ini sarat nilai-nilai kebangsaan.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Ingatkan Publik: Waspada Hoaks Soal BBM, Cek Fakta Sebelum Panik!

“Materi yang disampaikan diharapkan menumbuhkan kesadaran diri, rasa cinta tanah air, dan kemampuan berpikir kritis di tengah arus informasi,” ujar Ginka.

Meski hujan terus mengguyur hingga sore hari, para peserta tetap antusias mengikuti kegiatan api unggun dan malam keakraban.

Canda, lagu kebangsaan, dan nyala obor jadi saksi kebersamaan mereka.

Baca Juga: Andra Soni Hadiri Rakerda Demokrat Banten, Tegaskan Sinergi Pemerintah dan Partai untuk Rakyat

Pesan Gubernur Andra Soni tentang semangat, anti-hoaks, dan kasih ibu menjadi bekal moral yang tak terlupakan.

“Hujan boleh turun, tapi semangat anak-anak Banten tak boleh padam,” tutupnya tegas.***