POJOKSATU.id - Kawasan Banten Lama di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, masih jadi magnet wisata religi dan sejarah.

Dua ikonnya, Masjid Agung Banten dan Menara Banten Lama, tak pernah sepi dari kunjungan peziarah maupun wisatawan yang ingin menyusuri jejak peradaban Islam di Nusantara.

Sejarah Masjid Agung Banten & Menara Banten Lama

Masjid Agung Banten dibangun pada tahun 1552 oleh Sultan Maulana Hasanuddin, putra Sunan Gunung Jati.

Bangunan ini menjadi simbol kejayaan Kesultanan Banten yang pernah berjaya sebagai pusat perdagangan dan penyebaran Islam di abad ke-16.

Keunikan masjid ini terlihat dari atapnya yang bertingkat lima menyerupai pagoda.

Baca Juga: Perjalanan Esperanto : Gagal Jadi Bahasa Universal, Komunitasnya Tetap Bertahan

Bentuk tersebut menunjukkan adanya akulturasi budaya Jawa, Sunda, Tiongkok, Arab, hingga Eropa dalam satu harmoni.

Tak jauh dari masjid berdiri Menara Banten Lama setinggi 24 meter bergaya Portugis, yang dulunya digunakan sebagai tempat azan sekaligus menara pengawas kapal di pelabuhan.

“Banten Lama adalah bukti kejayaan Islam Nusantara. Masjid dan menaranya tidak hanya indah, tapi juga penuh makna sejarah,” ujar Hasan.

Baca Juga: Mengenal Batik Merawit, Ikon Perayaan Hari Batik Nasional 2025

Ia merupakan juru kunci yang sudah puluhan tahun menjaga kawasan tersebut.

Jejak Spiritualitas

Selain nilai sejarah, kawasan ini menjadi tujuan ziarah. Di sekitar masjid terdapat makam Sultan Maulana Hasanuddin serta sultan-sultan penerusnya.

Banyak peziarah datang untuk berdoa, membaca tahlil, dan mengenang jasa para tokoh penyebar Islam.

“Datang ke sini bukan sekadar jalan-jalan, tapi juga untuk mendekatkan diri pada Allah.

Selain itu, kami mengenang perjuangan para wali dan sultan,” kata Ustaz Ahmad, pimpinan rombongan ziarah asal Ciamis.

Baca Juga: Validasi GTK Tahap 2 Berlangsung, TPG Triwulan 3 di Sejumlah Daerah Sudah Cair

Nuansa spiritual semakin terasa di serambi masjid, tempat jamaah berkumpul untuk mengaji.

Bagi sebagian orang, berkunjung ke Masjid Agung Banten adalah perjalanan batin sekaligus wisata religi.

Daya Tarik Wisata

Masjid Agung Banten & Menara Banten Lama kini menjadi destinasi favorit warga Banten dan luar daerah.

Banyak wisatawan yang datang tidak hanya untuk beribadah, tapi juga belajar sejarah dan menikmati suasana klasik.

“Kalau ke sini, rasanya seperti kembali ke masa lalu. Bangunannya unik, menaranya keren, dan auranya berbeda,” ungkap Lina (28), wisatawan asal Bekasi.

Baca Juga: KAPAN Pengumuman Kelulusan PPG Guru Tertentu Tahap 2 Tahun 2025? Simak Informasinya!

Selain itu, kawasan ini juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Pedagang kaki lima, penjual cinderamata, hingga warung makan mendapat rezeki dari ramainya kunjungan wisatawan.

Baca Juga: Tangsel Evaluasi SPMB Sosialisasi dan Pemerataan SMP Jadi Catatan Penting

Pemerintah pun terus melakukan penataan agar kawasan lebih rapi dan nyaman, meski masih ada pekerjaan rumah terkait sampah dan fasilitas umum.

Bagi masyarakat Banten, Masjid Agung dan Menara Banten Lama adalah simbol identitas.

Lebih dari sekadar bangunan, keduanya menjadi pengingat bahwa Banten pernah menjadi pusat peradaban besar.

Kini, kawasan tersebut bukan hanya milik warga Banten, tetapi juga menjadi bagian penting dari sejarah Islam di Indonesia.

Baca Juga: Sidak Jalan Serpong-Parung Dewan Soroti Portal BRIN yang Rugikan Warga

Sejarah, spiritualitas, dan daya tarik wisata berpadu menjadikan Banten Lama sebagai destinasi yang abadi.***