POJOKSATU.id, Serang - Buruh Sahabat Andra Soni-Dimyati Provinsi Banten kembali mendeklarasikan dukungan bagi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 02, Andra Soni-Dimyati Natakusumah, di Kota Cilegon pada Kamis (10/10/2024).
Mereka menargetkan 2 juta suara dari kaum buruh di seluruh Banten.
Faizal Rakhman, Ketua Buruh Sahabat Andra Soni-Dimyati Provinsi Banten, menegaskan bahwa pihaknya berusaha meraih dukungan dari buruh di sektor formal dan informal di seluruh wilayah Banten.
"Targetnya adalah 2 juta suara buruh di seluruh Banten. Kami terus melakukan konsolidasi dan memanfaatkan waktu yang ada untuk bergerak hingga Bapak Andra Soni-Dimyati mendapatkan dukungan penuh dari para buruh di Provinsi Banten," kata Faizal saat deklarasi di Kota Cilegon.
Deklarasi di Cilegon ini merupakan deklarasi kedua setelah Kota Serang, dengan rencana deklarasi berikutnya di Kabupaten Serang.
"Kami mendukung Andra Soni-Dimyati sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten karena mereka berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan buruh. Gubernur berperan sebagai pelaksana undang-undang ketenagakerjaan serta pengawas kesejahteraan buruh," jelas Faizal.
Ia menambahkan bahwa dukungan ini juga berdasarkan restu dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan harapan Andra Soni-Dimyati dapat mewujudkan kesejahteraan buruh saat menjabat sebagai Gubernur Banten periode 2024-2029.
Jajuli, Ketua Buruh Sahabat Andra Soni-Dimyati Kota Cilegon, mengungkapkan bahwa visi dan misi pasangan calon ini selaras dengan kebutuhan buruh di Banten.
"Dengan slogan ‘Banten Maju, Adil Merata, dan Tidak Korupsi,’ kami yakin Andra Soni-Dimyati akan meningkatkan kesejahteraan buruh di Provinsi Banten," ujar Jajuli.
Ia berharap bahwa setelah terpilih, Andra Soni-Dimyati akan membuka ruang dialog dengan buruh, bekerja sama dengan serikat buruh untuk memajukan Banten, khususnya di Kota Cilegon, mengurangi angka pengangguran, serta memberikan beasiswa kepada anak-anak buruh yang berprestasi.
Calon Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, mengucapkan terima kasih atas dukungan buruh dan berkomitmen untuk memenuhi harapan mereka.
"Dengan menghapus korupsi, masyarakat, termasuk buruh, akan sejahtera. Upah buruh harus cukup untuk mereka menghidupi keluarganya. Jika gaji terlalu kecil, anak-anak buruh bisa kekurangan gizi, maka mereka harus disejahterakan," tegasnya.
Dimyati juga menambahkan bahwa agar buruh sejahtera, pemerintah daerah tidak boleh terlalu menekan pengusaha dengan pajak yang berat.
"Pajak harus dihitung dengan baik agar pemda mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pengusaha tetap untung, dan buruh sejahtera," pungkasnya.***



